— Jakarta – Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 12 September. Pengamanan ini melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, serta unsur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono menjelaskan bahwa personel gabungan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pertandingan berlangsung. “Dalam kegiatan pengamanan pertandingan antara Persija melawan Persib, jajaran Polda Metro bersama Kodam Jaya dan unsur dari Pemprov DKI melaksanakan kegiatan pengamanan dengan jumlah 17.800 personel,” kata Dekananto dalam Apel Siaga Jakarta bersama The Jakmania di kawasan GBK, Jumat (11/9/2026).

Selain pengamanan di sekitar lokasi pertandingan, polisi juga menyiapkan penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi kedatangan suporter Persib ke Jakarta. “Kami juga bekerja sama dengan Polda Jabar dan Polda Banten untuk melakukan kegiatan penyekatan sebagai bentuk preventif atau antisipasi,” ujarnya.

Dekananto merinci ada tiga wilayah yang menjadi titik penyekatan, yaitu Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor. Ketiga wilayah tersebut berada di jalur perbatasan yang merupakan akses utama menuju Jakarta. “Untuk lokasi penyekatan ada di wilayah Tangerang Kota karena berbatasan dengan Banten. Kemudian ada di wilayah Karawang yang berbatasan dengan Bekasi, serta Bogor yang berbatasan dengan Depok. Di lokasi-lokasi itulah kami lakukan penyekatan,” jelasnya.

Pengamanan ini mengacu pada izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri atas rekomendasi Polda Metro Jaya. Dalam pertandingan ini, suporter Persib dilarang hadir langsung di SUGBK. “Sesuai dengan regulasi FIFA, dalam pertandingan ini suporter dari Persib dilarang untuk hadir di GBK,” tegasnya.

Kebijakan serupa, lanjut Dekananto, juga akan diterapkan saat Persija bertanding di Bandung. Suporter Persija akan dilarang hadir jika laga digelar di wilayah tersebut. “Demikian juga nanti kalau bertanding di Bandung, kami juga akan melarang teman-teman Jakmania untuk hadir ke Bandung,” ucapnya.

Dekananto mengapresiasi komitmen The Jakmania dalam menjaga ketertiban dan berharap suporter dapat bersikap tertib sebelum, saat, maupun setelah pertandingan usai. “Kami yakin dengan komitmen yang sudah dibuat oleh teman-teman Jakmania, bahwa teman-teman Jakmania berjanji akan tertib dalam pelaksanaan pertandingan itu, baik sebelum pertandingan, pada saat pertandingan, maupun setelah pertandingan selesai,” tuturnya.