Minggu Depan, Seluruh Konten Pornografi Bakal Lenyap di Mesin Pencari Internet

Ilustrasi

Jurnalindonesia.co.id – Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, meyakinkan bahwa seluruh konten bermuatan pornografi di internet akan lenyap dari mesin pencari (search engine).

Bagaimana caranya?

Usai melakukan pertemuan dengan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Jumat (3/8/2018), Semuel mengatakan, upaya kerja sama dengan ISP dan APJII dilakukan untuk memerangi konten pornografi di dunia maya, terutama di berbagai mesin pencari.

“Kami memberi arahan agar operator mengaktifkan Safe Mode di berbagai search engine, jadi kalau (ada pengguna) yang melakukan pencarian berbau pornografi, hasilnya tidak akan muncul lagi,” kata pria yang akrab disapa Semmy ini.

Semmy menuturkan, Kemkominfo bersama ISP dan APJII sudah melakukan uji coba Safe Mode untuk menghilangkan pornografi di search engine Google.

“Uji coba hasilnya sudah lumayan, hampir 98 persen sudah tidak ada lagi konten pornografi,” tuturnya.

Rencananya, kata Semmy, per Selasa 7 Agustus 2018, semua penyedia layanan internet harus menerapkan Safe Mode untuk pencarian di mesin pencari.

Lebih lanjut Semmy mengungkapkan, Kemkominfo sebenarnya sudah menerapkan hal ini sejak Mei lalu. Namun karena puasa dan berbagai hal lain, implementasinya baru bisa dilakukan pada awal Agustus ini.

Sebagaimana diketahui, Kemkominfo sejak beberapa waktu lalu telah melakukan berbagai upaya menghapus konten-konten berbau pornografi di mesin pencari. Namun selama ini, penghapusan konten dewasa itu baru sebatas pada laman web, sementara pada pencarian images atau gambar, konten pornografi masih tetap ada.

Oleh sebab itu, Kemkominfo dalam hal ini Ditjen Aptika menggandeng penyedia layanan internet dan APJII untuk membersihkan gambar-gambar porno di mesin pencari.

“Selasa mudah-mudahan semua diaktifkan, jadi kalau masyarakat mencari hal-hal yang berbau pornografi, di image tidak akan ada lagi,” tutur Semmy.

Baca juga: Kominfo Buka Blokir Tik Tok, Pengamat: Buka-Tutup Kayak Keran Air

Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijanin Pangerapan. (Foto: Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza)

Semmy menjelaskan, penghapusan konten pornografi yang dilakukan oleh ISP tidak hanya berdasarkan keywords atau kata kunci yang diketik pengguna, namun juga berdasarkan gambar yang merujuk pada definisi pornografi sesuai UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Jadi, gambar yang dikunci, bukan keywords pencarian, makanya gambar tidak akan muncul lagi,” ucap mantan Ketua APJII ini.

Kendati sudah melakukan bermacam upaya penghapusan konten pornografi, Semmy mengatakan, kata kunci pencarian terkait pornografi terus berkembang.

“Makanya kami kucing-kucingan terus ini sama suka posting ponografi,” ujarnya.

Nantinya, Kemkominfo juga akan terus memantau kinerja ISP dalam memblokir konten-konten negatif.

“Selasa nanti dilihat, dipanggil lagi kalau memang (pornografi) masih bisa diakses, kemudian kami tanya kenapa,” ujar Semmy.

Sekadar diketahui, penerapan Safe Mode dalam berinternet merupakan buntut dari banyaknya laporan yang masuk tentang konten-konten pornografi di internet kepada Kemkominfo. Total, hingga Juli 2018, ada 830.210 konten negatif yang beredar di dunia maya.

Baca juga: Tumblr Diblokir, Ini Penjelasan Kemkominfo

Loading...