Politik

Fahri Hamzah: SBY Kesal Dianggap Nggak Sukses

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi pidato politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara HUT ke-17 Partai Demokrat di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018) kemarin.

Fahri menyoroti pernyataan SBY mengenai kepuasan rakyat dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pencapaiannya selama 10 tahun menjabat presiden. Fahri menilai, pimpinan tertinggi Partai Demokrat itu sedang meluapkan kekesalannya lantaran dianggap tidak sukses dalam memimpin RI.

“Saya kira pidato itu lebih banyak menyangkut keberhasilan Pak SBY. Kalau dia menyebut keberhasilan Pak Jokowi, kan hanya pengakuan saja bahwa memang ada sebagian kan,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

“Tapi yang mau dia tentang sebenarnya kan, karena dia kesal yang ini nganggap dirinya sukses, yang lalu dianggap nggak sukses,” lanjut Fahri.

Bagi Fahri, pidato SBY tersebut merupakan penjabaran kesuksesan saat menjabat Presiden ke-6 RI. SBY, kata Fahri, ingin menegaskan kepemimpinan dirinya selama dua periode juga berhasil.

“Kan kunci dari pidato itu sebetulnya bukan pada memuji yang sekarang, tetapi menyampaikan bahwa yang lalu juga sukses. 10 tahun dua periode itu sukses, nggak usah nganggap ini baru 4 tahun seolah yang lalu nggak sukses,” jelas Fahri.

Sebelumnya, SBY sempat menyelipkan pujian atas pencapaian pemerintah Jokowi dalam pidato politiknya.

“Partai Demokrat juga harus jujur bahwa sebagian masyarakat puas terhadap sejumlah hal, yang tentunya ini merupakan capaian pemerintah yang harus kami beri apresiasi,” kata SBY dalam pidato di acara HUT Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Namun, SBY juga mengkiritik sejumlah kebijakan pemerintah saat ini dan membandingkannya dengan saat dirinya memerintah. Menurut SBY, saat dirinya mennjabat, pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 6%, bidang pertahanan dan keamanan dalam negeri membaik, hukum dan pemberantasan korupsi ditegakkan dengan tanpa tebang pilih.

Atas semua capaian itu, SBY menyatakan janji politiknya bersama Partai Demokrat dalam pembangunan Indonesia terwujud. Dia pun menegaskan, capaian-capaian itu tidak diperolehnya secara asal-asalan ataupun autopilot.

“Semua hal yang telah kita raih dan capai itu tentulah tidak jatuh dari langit. Ada rencananya, ada programnya, dan ada implementasinya. Ini semua memerlukan kepemimpinan dan manajemen pemerintahan yang efektif dari pusat hingga daerah. Jadi jelas bukan asal-asalan dan bukanlah autopilot,” ucap SBY.

Loading...