Nasional, Uncategorized

Soal e-KTP Tercecer, Mendagri Diminta Mundur oleh Fadli Zon

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mundur dari jabatannya menyusul penemuan ribuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Saudara Tjahjo Kumolo sebaiknya mengundurkan diri saja. Ini enggak becus mengurus masalah e-KTP, mengurus DPT (daftar pemilih tetap) dan juga mengurus data-data kependudukan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Fadli menilai dalam kurun empat tahun menjabat, Tjahjo tak dapat menyelesaikan persoalan tersebut yang dinilai bersifat mendasar.

Baca Juga: Fadli Zon: Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan
Ketidakmampuan Kemendagri mengurus data kependudukan juga terlihat dari wacana mememasukkan 31 jiwa dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Menurut Fadli, Hal itu membuat kepercayaan masyarakat semakin tergerus.

“Jadi sudah tidak percaya dengan data kependudukan, DPT, kemudian ditambah lagi berkarung-karung yang tercecer ini dan ini bukan sekali dua kali, sudah sering kali,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, perlu ada evaluasi total di tubuh Kementerian Dalam Negeri karena banyak persoalan dalam mengelola data kependudukan. Dia juga tidak percaya tercecernya e-KTP itu merupakan murni tindak pidana.

Selain itu, politikus partai Gerinda itu meminta Tjahjo membuktikan pernyataannya yang menyebut ada unsur politisasi terhadap kasus tercecernya e-KTP tersebut.

“Mau pihak tertentu, mau pihak mana ya buktikan dong. Kalau kejadian berulang-ulang itu keledai aja nggak sampai dua kali masuk ke lubang. Ini berkali-kali berkarung-karung itu tercecer dimana-mana,” ujarnya.

Baca Juga: Mendagri: Ada Motif Politik di Balik Temuan Ribuan E-KTP
Pada Sabtu (8/12/2018), warga menemukan ribuan e-KTP yang berceceran di area persawahan, Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Setelah dicek, ribuan e-KTP tersebut milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit. E-KTP itu sudah tidak berlaku.

Mendagri sebelumnya mencurigai adanya motif politik di balik penemuan ribuan e-KTP di Pondok Kopi.

Pasalnya, tahun ini merupakan tahun politik. Banyak pihak-pihak yang menjadi lebih sensitif jelang pemilu 2019. Kasus penemuan ribuan e-KTP ini berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Ia juga menduga pelaku yang membuang sekarung e-KTP tersebut adalah oknum jajarannya.

“Sekarang sedang diselidiki siapa yang buang di sawah, di Duren Sawit. Pasti orang dalam,” kata Tjahjo

Meski demikian, Tjahjo menjamin kasus e-KTP tercecer di Duren Sawit tidak akan berpengaruh dengan sistem pemilu.

Dia bahkan menyatakan siap dipecat jika kasus terkait e-KTP mengganggu pendataan DPT Pemilu 2019.

“Dijamin enggak akan ada [gangguan], saya tanggung jawab. Saya siap dipecat, dan ini enggak ada hubungannya dengan sistem yang ada,” kata Tjahjo, di Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).

Loading...