Longsor Sukabumi: 4 Orang Meninggal, 74 Warga Belum Ditemukan

Longsor perbukitan meluncur mengikuti lereng dan menimbun sekitar 34 rumah kampung adat di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, 31 Desember 2018. twitter.com/sutopo_pn

Jurnalindonesia.co.id – Senin 31 Desember 2018, telah terjadi longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kabar terjadinya longsor Sukabumi tersebut diketahui melalui akun relawan di berbagai media sosial.

Menurut informasi yang beredar, longsor terjadi pada pukul 17.30 WIB.

Longsor tersebut menyebabkan 25 rumah warga tertimbung material longsoran.

“Innalillahi…Baru saja mendapatkan informasi Pada hari Senin 31 Desember 2018 Pukul 17.30 WIB bertempat di Kampung Cimapag Desa Sinaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi telah terjadi bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan 25 rumah warga tertimbun material longsoran.”

Tim SAR dan BPBD saat ini masih melakukan evakuasi korban yang tertimbun. Sementara jumlah korban belum bisa dipastikan, demikian informasi awal,” tulis akun facebook SAR FKAM Search and Rescue.

Dalam unggahan itu terdapat juga video-video serta berbagai foto yang menunjukan suasana daerah longsor.

Hingga Selasa 1 Januari 2019 pagi ini diketahui korban meninggal dunia mencapai 4 orang.

Sedangkan korban hilang mencapai setidaknya 74 warga.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana / BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, tanah longsor itu telah menimbun 35 rumah penduduk.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

Menurutnya saat ini aliran listrik di lokasi padam dan komunikasi selular juga sulit.

Karena itu upaya evakuasi oleh petugas BNPB Kabupaten Sukabumi, bersama warga termasuk relawan ormas dilakukan dengan menggunakan peralatan seadanya.

Upaya ini terkendala oleh medan yang berat, tanah yang licin oleh guyuran air hujan serta topografi berbukit.

“Pendataan masih dilakukan. Pendataan ini untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor,” kata Sutopo seperti dikutip Kompas.com .

Sutopo menuturkan, akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu, dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi.

Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

Bencana tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Sukabumi.

Longsor ini dipicu oleh intensitas hujan deras yang membuat volume air yang meresap ke permukaan tanah di kawasan hutan dan perbukitan di atasnya menjadi meningkat dan kemudian ambrol ke bawah menimbun kampung.

Tribun

Loading...