Kriminal, Mancanegara

5 Pertanyaan Kunci Erdogan Terkait Pembunuhan Jamal Khassoggi

Sumber Foto : Hurriyet Daily/Selahattin Sönmez, Al Arabiya)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Recep Tayyib Erdogan menuntut Arab Saudi menjelaskan sedikitnya 5 pertanyaan kunci tentang kematian Jamal Khashoggi yang disampaikannya dalam pertemuan dengan para pemimpin partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan tingkat provinsi, Jumat, 26 Oktober 2018.

Erdogan mengajukan 5 pertanyaan ini:
1. Di mana jasad Khashoggi?
2. Siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi?
3. Siapa yang mengirim 15 orang yang melibatkan tim pembunuh ke Turki?
4. Riyadh perlu membuka identitas mitra lokal yang menerima jasad Khashoggi dari agen Saudi setelah jurnalis itu dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

“Aparat Saudi harus menjelaskan hal ini,” kata Erdogan seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat, 26 Oktober 2018.

Baca: Direktur CIA Dengarkan Rekaman Audio Penyiksaan Khashoggi Dihabisi

Erdoga juga meminta Arab Saudi untuk menyerahkan 18 orang yang ditangkap oleh Arab Saudi terkait dengan pembunuhan Khashoggi untuk diadili di Turki.

Erdogan juga mengumumkan bahwa Arab Saudi akan mengirimkan kepala kejaksaan pada hari Minggu. 28 Oktober untuk bertemu dengan rekannya di Istanbul, Turki.

Unjuk rasa dari massa yang tergabung dalam koalisi anti peperangan memprotes insiden pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kedutaan Arab Saudi di London, Kamis, 25 Oktober 2018.

Penuntut Saudi mengatakan pada hari Kamis lalu mengatakan bukti yang ditemukan Turki mengindikasikan pembunuh Khashoggi dirancang.

Jamal Khashoggi tewas disiksa dan dibunuh setelah memasuki gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi pada 2 Oktober 2018. Belum diketahui motif pembunuhan sadis tersebut.

 

TEMPO

Loading...

Tulis pendapat anda