Kriminal

9 Hari Teror, 33 Terduga Teroris Ditindak, 9 Anggota Polri Jadi Korban

Wakapolri Komjen Syafruddin
Wakapolri Komjen Syafruddin. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, 33 terduga teroris ditangkap dalam sembilan hari terakhir. Penangkapan itu terkait rentetan peristiwa mulai dari rusuh napi di Rutan Mako Brimob hingga penggerebekan di Tangerang.

“33 jumlahnya sampai hari ini,” kata Syafruddin ditemui usai pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018).

Anggota jaringan teroris itu ditangkap di berbagai wilayah, mulai di Jakarta, Jawa Timur, hingga Riau.

“Tersebar, termasuk di Riau. Di Riau itu empat (orang) sudah, kemudian ada pengembangan, tujuh di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Tangerang, dan sebagainya,” ucapnya.

Diketahui, kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Setelah itu, pada Minggu (13/5) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, disusul bom meledak di rusunawa di Sidoarja, hingga penyerangan ke Mapolda Riau Rabu (16/5/2016) ini.

Syafruddin menduga, rentetan peristiwa ini memiliki keterkaitan. Meski demikian pihaknya masih menyelidiki lebih jauh.

“Ini sedang dikembangkan oleh aparat. Kait-mengait, kemungkinan besar kait-mengait, tapi tidak sampai pada kesimpulan yang komprehensif. Ada kaitannya,” ujarnya.

Sementara itu, sembilan orang anggota Polri menjadi korban. Lima di antaranya gugur.

“Tindakan sporadis yang dimulai dari hari, Selasa minggu lalu, di Rutan Salemba Cabang Kelapa Dua, Depok, yang bertepatan di Mako Brimob Polri, itu rentetannya, memakan korban sampai sembilan anggota Polri, 5 gugur, 4 luka-luka masuk RS,” tutur Syafruddin.

DETIKCOM

Loading...

Berita lainnya