Kriminal

Ahok Dapat Bebas Bersyarat Tapi Tidak Diambil

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menunduk usai sidang vonis. (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, akan mendapatkan bebas bersyarat pada Agustus mendatang.

Ahok sendiri sampai saat ini telah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok untuk kasus penodaan agama.

Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, kepada Liputan6.com, Rabu (11/7/2018), mengatakan, selama masa bebas bersyarat, Ahok bisa bekerja selama 4 jam.

Meski demikian, kata Nana, Ahok tidak akan mengambil kesempatan bebas bersyarat tersebut. Menurutnya, Ahok akan tetap menjalani hari-harinya di dalam tahanan.

“Ahok enggak mau ambil, riskan, takut. Sekarang dia juga lagi sibuk nulis,” jelas Nana.

Baca: Deretan Tweet ‘Panas’ Fahri Hamzah yang Menyengat Pendukung Ahok di Ultah ke-52

Nana pun mengaku melarang Ahok keluar dari sel. Sebab, dia khawatir ada pihak-pihak yang tidak suka dengan Ahok, mencari jalan agar mantan suami Veronica Tan itu kembali mendekam di tahanan.

“Bahaya,” ucap Nana. “Bahaya, ditilang aja bisa 2 tahun lagi (di penjara). Riskan, ngeri.”

“Saya terutama, melarang (Ahok keluar sel). Bahaya,” tegas Nana.

Dia mengaku terakhir menjenguk ke Mako Brimob saat ulang tahun Ahok yang ke-52 pada 29 Juni lalu.

“Juni pas ultah mengunjungi Ahok sama semua teman-teman,” ujar Nana.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama lantaran mengutip Surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 silam. Ahok didakwa dengan dua pasal alternatif, yakni Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP.

Namun dalam tuntutannya, JPU mengabaikan Pasal 156a KUHP karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat. JPU pun menuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP. Tuntutan hukumannya, yakni 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Pada putusannya, majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama dan dihukum penjara selama 2 tahun.

“Menyatakan Ir Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan memerintahkan terdakwa ditahan,” kata Dwiarso dalam persidangan, Selasa 9 Mei 2017.

Kini Ahok telah menjalani masa hukuman 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ahok mendapat remisi sehingga mendapatkan bebas bersyarat Agustus 2018.

Baca juga: Geramnya Arswendo Atmowiloto Baca Cuitan Fahri Hamzah Soal Ahok

Loading...

Berita lainnya