Kriminal

Ahok Tolak Pembebasan Bersyarat, Gerindra: Karena Ahok Tak Merasakan Lapas

Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).
Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). (Foto: Kompas/Kristianto Purnomo)

Jurnalindonesia.co.id – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade berpendapat lain mengenai sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menolak diberi kesempatan bebas bersyarat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disebut bakal mendapat pembebasan bersyarat pada Agustus 2018 mendatang.

Andre pun menyangkut pautkannya dengan penempatan Ahok di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok. Menurutnya, jika saja Ahok ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, hak bebas bersyarat itu kemungkinan diambil.

Meski demikian, Andre tetap menghormati keputusan Ahok tersebut.

“Intinya itu haknya Pak Ahok. Mungkin dia menikmati, coba kalau dia di Lapas Cipinang, mungkin diterima bebas bersyarat itu,” kata Andre kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

“Jadi ya intinya bagi kami menghormati hak Pak Ahok. Itu hak pribadi beliau. Tapi bicara di luar itu, setiap kita tahu seorang narapidana selalu ingin keluar cepat dan ingin merasakan bebas bersyarat karena merasakan lapas, tidak nyaman di lapas,” ujar Andre.

“Beda dengan Pak Ahok. Pak Ahok tak merasakan Lapas,” imbuhnya.

Baca: Ahok Dapat Bebas Bersyarat Tapi Tidak Diambil

Sebelumnya, adik kandung sekaligus pengacara Ahok, Fifi Lety Indra, menegaskan bahwa kakaknya memilih menolak hak bebas bersyarat.

“Hari ini ramai WhatsApp dan telepon semua tanya hal yang sama, apa betul Pak Ahok bisa bebas bersyarat bulan Agustus? Jawabnya iya benar, tetapi beliau @basukibtp putuskan untuk tidak ambil. Biar tunggu sampai bebas murni saja,” kata Fifi melalui akun Instagram-nya, @fifiletytjahajapurnama, Rabu (11/7/2018).

Sementara soal tanggal bebas murni, Fifi menyebut waktu tersebut baru bisa dihitung setelah Ahok menerima remisi Hari Kemerdekaan.

Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami sebelumnya juga mengatakan, Ahok diperkirakan bisa mendapat pembebasan bersyarat pada Agustus nanti.

“Beliau sebenarnya bisa PB (pembebasan bersyarat) pada bulan Agustus, namun sampai saat ini sepertinya Beliau ingin bebas murni,” kata Sri Puguh.

Baca: Ini Penjelasan Dirjen PAS Soal Penolakan Ahok Menerima Pembebasan Bersyarat

Diketahui, Ahok divonis pada 9 Mei 2017 dengan hukuman 2 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Ahok sempat menjalani hukuman di Lapas Klas 1 Cipinang, sebelum dipindahkan ke Rutan Mako Brimob cabang Lapas Cipinang, Kelapa Dua, Depok.

Setahun kemudian, Ahok mengajukan peninjauan kembali (PK). Namun PK Ahok dengan nomor perkara 11 PK/PID/2018 ditolak pada Senin, 26 Maret 2018. Tiga hakim, yakni hakim Artidjo Alkostar, Salman Lurhan, dan Margiatmo, bulat menolak PK Ahok tersebut.

Kini Ahok telah menjalani masa hukuman 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ahok mendapat remisi sehingga mendapatkan bebas bersyarat Agustus 2018.

Loading...

Berita lainnya