Kriminal

Alfian Tanjung Dieksekusi, Pengacara Ungkit Kasus Ahok

Alfian Tanjung
Alfian Tanjung (rompi hijau) saat tiba di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Senin (11/6/2018). (Foto: Suparno/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Tim kuasa hukum Alfian Tanjung mengaku belum menerima pemberitahuan dari jaksa penuntut umum (JPU) terkait eksekusi kliennya.

Ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) Abdullah Al Katiri mengatakan, kliennya dijemput dari Mako Brimob untuk dipindahkan ke LP Surabaya sekitar pukul 02.00 WIB tadi. Namun pihaknya belum mendapat kepastian ke lapas mana Alfian akan ditempatkan di Surabaya.

“Kami selaku kuasa hukumnya maupun pihak keluarga sampai saat ini belum menerima pemberitahuan dari jaksa penuntut umum,” kata Al Katiri kepada detikcom, Senin (11/6/2018).

Baca: Kasasi Ditolak, Kejaksaan Langsung Jebloskan Alfian Tanjung ke Lapas Sidoarjo

Al Katiri sendiri mengaku mengetahui kabar Alfian dieksekusi dari pihak keluarga semalam. Selanjutnya, Al Katiri langsung menghubungi pihak JPU Tanjung Perak, Surabaya, dan menanyakan rencana pemindahan itu.

“Kami memohon kepada JPU untuk ditunda dulu beberapa hari sampai Lebaran agar pihak keluarga mudah untuk menemui dan merayakan Lebaran bersama Ustaz Alfian di Jakarta demi kemanusiaan,” katanya.

Menurutnya, JPU Tanjung Perak berjanji akan membicarakan hal ini dengan JPU dari Kejati. Namun pagi ini, Al Katiri mendapat informasi Alfian telah dijemput dan dibawa ke Surabaya dini hari tadi.

“Pada waktu kami menanyakan alasan dipindahkan Ustaz Alfian yang terkesan mendadak dan tergesa-gesa, ini adalah karena putusan kasasi MA sudah inkrah sehingga harus dipindahkan ke Surabaya,” ucapnya.

Al Katiri menegaskan pihaknya bukan menolak Alfian akan dipindah ke LP Porong, Sidoarjo, melainkan hanya memohon untuk menunda pemindahan Alfian beberapa hari sampai Lebaran.

“Karena ingin merayakan Lebaran dengan keluarga di Jakarta karena seluruh anggota keluarga ustaz tinggal di Jakarta. Dan jika alasannya sudah tidak bisa ditahan di Mako Brimob dengan alasan inkrah, meskipun sampai saat ini kami selaku kuasa hukum maupun keluarga belum menerima putusan MA tersebut,” ujar Al Katiri.

Loading...

Dia pun kemudian membandingkan eksekusi ini dengan kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah inkrah namun tetap ditahan di Mako Brimob.

“Jika dibandingkan perlakuan yang diterima oleh ustaz dengan Ahok, yang katanya juga ditahan di Mako Brimob, yang mana putusannya juga sudah inkrah setahun yang lalu, tetapi sampai saat ini masih ditahan di Mako Brimob,” tuturnya.

Eksekusi ini terkait putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1167/Pid.sus/2018 tertanggal 7 Juni 2018 yang menolak kasasi Alfian atas putusan hukuman 2 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian dalam sebuah video. Alfian mengatakan, ‘Jokowi adalah PKI, China PKI, Ahok harus dipenggal kepalanya, dan Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI’.

Baca: MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung di Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan Maringka menjelaskan, eksekusi terhadap Alfian Tanjung dari Mako Brimob ke Lapas Porong ini merupakan petunjuk dari MA.

“Senin 11 Juni 2018, Jaksa PU Kejari Tanjung Perak akan melaksanakan putusan/eksekusi atas Putusan Mahkamah Agung Nomor 1167/Pid.sus/2018 tanggal 7 Juni 2018 atas nama Terdakwa Alfian Tanjung, M.Pd, yang amar putusan menolak kasasi Terdakwa,” kata Jan Maringka kepada wartawan, Senin (11/6/2018).

DETIKCOM

Loading...

Tulis pendapat anda