Jurnal Indonesia — Amazon menyatakan telah mencapai tonggak penting untuk proyek internet satelitnya, Amazon Leo. Perusahaan mengumumkan 396 satelit kini beroperasi di orbit rendah Bumi, jumlah yang menurut manajemen cukup untuk memulai layanan komersial pada lintang awal.
Chris Weber, Vice President yang memimpin lini bisnis dan produk Amazon Leo, mengatakan jumlah satelit tersebut memungkinkan dukungan layanan berkelanjutan di titik-titik lintang awal. Perusahaan menargetkan ketersediaan komersial layanan pada pertengahan 2026.
Persiapan Untuk Pengguna Awal
Amazon mengimbau agar pengguna awal menurunkan ekspektasi terhadap kualitas koneksi pada fase awal peluncuran. Perusahaan memperingatkan bahwa layanan pada hari-hari pertama belum akan menawarkan pengalaman yang sempurna karena kapasitas jaringan dan jangkauan masih berkembang seiring penambahan satelit.
Menurut pengumuman perusahaan, peningkatan kualitas layanan dan perluasan cakupan akan berlangsung bertahap mengikuti misi peluncuran satelit berikutnya.
Perbandingan Dengan Layanan yang Sudah Ada
Dalam fase awal peluncuran, layanan satelit baru kerap menghadapi kendala serupa yang dialami pemain sebelumnya. Contoh historis menunjukkan layanan uji coba awal hanya mencakup wilayah terbatas dan mengalami gangguan serta sensitivitas peralatan penerima terhadap hambatan.
Perusahaan pesaing yang telah lebih dulu mengoperasikan jaringan skala besar saat ini memiliki puluhan ribu satelit dan jangkauan lintas negara, sehingga Amazon perlu waktu lebih dari beberapa peluncuran untuk mengejar kapasitas dan cakupan serupa.
Tantangan Kalender Peluncuran
Amazon berupaya menyelesaikan program peluncuran yang mencakup ribuan satelit untuk mencapai cakupan global. Perusahaan mencatat ada keterlambatan terhadap jadwal awal, sebagian disebabkan hambatan pada program roket mitra peluncuran yang belum mencapai frekuensi operasi yang diharapkan.
Meski demikian, perusahaan menegaskan akan melanjutkan misi peluncuran secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas layanan ke area yang lebih luas menjelang target komersial pertengahan 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia
