Ekonomi dan Bisnis, Politik

Amien Rais: Ada Dajal Ekonomi di Pemerintahan yang Membuat Mereka Gagah

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi menurut saya Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau dikatakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai Pilpres. Siapa tahu ada keajaiban sampai sukses,” kata Amien dalam pidato d acara halalbihalal di Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Selain soal ekonomi, Amien juga bicara mengenai demokrasi di era Jokowi yang menurutnya diskriminatif. Demokrasi yang diterapkan saat ini, kata Amien, terdapat tebang pilih, terutama dalam penegakkan hukum.

“Menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi. Itu saya katakan discriminative democracy. Lihat coba apa yang tidak tebang pihak? Hukum yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin,” kata Amien.

Baca juga: Amien Rais: Mas Jokowi Ini Sipil, Tapi Pikirannya Otoriter

Bahkan Amien menyebut KPK pilah-pilah dalam menegakkah hukum.

“Dengan firm saya katakan, KPK saja puluhan triliun lewat. Yang ratusan juta, miliaran dikejar-kejar,” katanya.

Terakhir Mantan Ketua MPR itu menyebut, ada dajal ekonomi sampai dajal intelijen di pemerintahan. Hal itulah yang membuat pemerintah tampak gagah.

“Yang saya hadapi bukan pak ini bukan pak itu. Di belakangnya ada dajal ekonomi, dajal intelijen, yang membuat mereka gagah,” ujar Amien.

Dalam acara halalbihalal itu hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PAN yang sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Baca juga: Boni Hargens: Amien Rais Itu dari Dulu Cuma Penari Latar

Loading...

Berita lainnya