— JAKARTA – Carlo Ancelotti memulai era baru Timnas Brasil dengan melakukan perombakan besar-besaran pada skuad pertamanya pasca kegagalan di Piala Dunia 2026. Sebanyak delapan pemain diprediksi akan melakoni debutnya bersama Selecao, sementara hanya sembilan nama dari tim Piala Dunia yang dipertahankan.

Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 1-2 dari Norwegia. Erling Haaland menjadi bintang dalam pertandingan tersebut dengan mencetak dua gol, sementara satu-satunya gol balasan Brasil dicetak oleh Neymar.

Dua bulan setelah turnamen akbar tersebut, Ancelotti mulai membangun kembali kekuatan tim. Dari 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi Australia dan India dalam laga persahabatan, hanya sembilan pemain yang sebelumnya masuk dalam skuad Piala Dunia yang kembali mendapat kepercayaan.

Perubahan paling signifikan terlihat di posisi penjaga gawang. Ancelotti memutuskan untuk mencoret seluruh kiper yang dibawa ke Piala Dunia dan memanggil tiga nama baru: Hugo Souza, Pedro Morisco, dan Otávio. Alisson Becker, kiper utama Liverpool, tidak masuk dalam daftar kali ini.

Ancelotti menjelaskan bahwa keputusan ini bukan berarti pintu tertutup bagi Alisson. “Ini bukan berarti yang lain tersingkir. Kami sangat mengenal Alisson. Jika nanti kompetisi seperti Copa America tiba dan dia tetap menjadi kiper terbaik Brasil, dia akan bermain. Namun, sekarang kami harus memprioritaskan pemain yang lebih muda,” ujar Ancelotti seperti dilansir ESPN.

Pelatih asal Italia itu tidak menutupi rasa kecewanya terhadap performa Brasil di Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Norwegia dianggapnya menjadi pukulan tersendiri, terutama karena Brasil sempat menunjukkan peningkatan performa setelah babak pertama.

“Piala Dunia adalah kekecewaan bagi kami dan bagi saya secara pribadi. Kami tidak mampu bermain seperti yang kami harapkan,” ungkap Ancelotti. Ia menambahkan bahwa kekalahan tersebut terasa mengejutkan karena permainan tim sebenarnya membaik setelah pertandingan berjalan sekitar satu jam.

Ancelotti melihat kegagalan tersebut sebagai titik awal untuk siklus baru. Berbeda dengan klub yang bisa segera melupakan kekalahan karena kompetisi berikutnya sudah menunggu, Ancelotti menilai rasa sakit di level tim nasional bertahan lebih lama. Namun, waktu yang tersedia sebelum turnamen berikutnya membuat Ancelotti optimistis untuk membentuk tim yang bisa menjadi fondasi Brasil menuju Piala Dunia 2030.

Beberapa nama senior juga tidak masuk dalam skuad terbaru. Casemiro dan Fabinho tidak dipanggil, sementara Neymar telah mengakhiri karier internasionalnya bersama timnas Brasil setelah Piala Dunia 2026. FIFA mencatat Neymar menutup karier internasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil dengan 80 gol.

Sebagai gantinya, Ancelotti memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda. Arthur Dias dari Athletico-PR dan Mauro Júnior dari PSV menjadi dua nama yang mendapat sorotan dalam proyek regenerasi ini. Meskipun melakukan perubahan besar, Ancelotti tidak sepenuhnya meninggalkan pemain berpengalaman.

Marquinhos, Gabriel Magalhães, Bruno Guimarães, Raphinha, dan Vinicius Junior tetap dipanggil. Ancelotti berharap para pemain senior ini dapat menjadi penopang sekaligus membantu para pemain muda beradaptasi dengan level tim nasional. “Mereka penting untuk perubahan arah ini. Mereka sangat penting untuk masa depan,” kata Ancelotti.

Ia menambahkan, “Kepercayaan kami kepada kualitas, keseriusan, dan profesionalisme mereka sangat besar. Mereka akan membantu para pemain muda berkembang.” Ancelotti juga menegaskan bahwa daftar skuad kali ini belum tentu menjadi skuad final untuk kompetisi besar berikutnya, memberikan peluang bagi pemain yang tidak dipanggil untuk kembali jika menunjukkan performa yang sesuai.

Dengan skuad yang lebih muda, rata-rata usia tim kini berada di kisaran 24 tahun, turun sekitar empat tahun dibandingkan skuad Piala Dunia. Brasil akan memulai era baru ini melalui tiga pertandingan persahabatan. Dua laga pertama menghadapi Australia digelar pada 25 September di Townsville dan 29 September di Brisbane. Setelah itu, Brasil akan menghadapi India pada 3 Oktober di Calcutta, yang akan menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara tim senior Brasil dan India.

Daftar 26 Pemain Timnas Brasil:

Kiper: Hugo Souza, Pedro Morisco, Otávio.

Bek: Arthur Dias, Douglas Santos, Gabriel Magalhães, Jair, Marquinhos, Matheuzinho, Mauro Júnior, Vitor Reis, Wesley.

Gelandang: Andrey Santos, Breno Bidon, Bruno Guimarães, Danilo Santos, Douglas Luiz, Gabriel Bontempo.

Penyerang: Endrick, Estêvão, João Pedro, Pedro, Raphinha, Rayan, Samuel Lino, Vinicius Junior.

Dengan delapan debutan dan hanya sembilan pemain yang tersisa dari skuad Piala Dunia, Ancelotti jelas sedang memulai Brasil dari awal. Target besarnya bukan lagi memperbaiki kegagalan di 2026, melainkan membangun fondasi baru untuk mengejar gelar juara dunia keenam pada 2030.