Nasional

Antrean di Rest Area Jadi Biang Macet, YLKI Sudah Imbau Ini Jauh Hari

Ilustrasi: Antrean kendaraan di pintu Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat saat mudik 2017. (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Jurnalindonesia.co.id – Kekhawatiran Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait kemacetan di jalan tol pada mudik lebaran tahun ini tampaknya jadi kenyataan.

Situasi kemacetan sudah tidak terelakkan terjadi di sejumlah jalur mudik sejak H-2 lebaran. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, sebagaimana dikutip detikcom, kemacetan tersebut disebabkan oleh padatnya arus.

Selain itu juga adanya penyempitan jalan karena ada bekas proyek LRT yang belum dibersihkan dari badan jalan. Dan yang terakhir, menurut Yusuf, karena rest area tidak mampu menampung jumlah pengunjung.

Baca: 6 Poin Imbauan YLKI ke Pemerintah Agar Tidak Terjadi Kemacetan di Tol Saat Mudik

Hal tersebut tidak berbeda jauh dengan perkiraan YLKI mengenai potensi kemacetan pada musim mudik tahun 2018 ini.

Sebelumnya, YLKI mengatakan, tersambungnya tol Transjawa bisa berpotensi menimbulkan kemacetan parah karena menumpuknya kendaraan para pemudik di jalur tol.

“Sangat mungkin kemacetan di jalan tol akan lebih parah daripada kemacetan mudik Lebaran tahun sebelumnya. Pemudik akan bereforia menggunakan jalan tol Transjawa sebagai jalur utama, apalagi diberikan diskon tarif tol,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Minggu (20/5/2018).

Selain penumpukan kendaraan, kemacetan juga kemungkinan akibat pengaruh dari antrian masuk rest area.

YLKI pun saat itu mengimbau agar Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Korlantas Mabes Polri, pengelola jalan tol, dan dinas perhubungan setempat, untuk mengaudit kesiapan rest area jalan tol menghadapi mudik Lebaran.

Loading...

Berikut 6 poin yang diminta YLKI untuk diaudit:

1. Pastikan akses air bersih yang cukup untuk toilet, khususnya toilet umum untuk perempuan. Dan pastikan tidak ada antrian mengular di toilet perempuan, dan karena itu perlu portabel toilet untuk memangkas antrian itu. Maksimum antrian di toilet perempuan seharusnya tidak lebih dari 5 orang. Antrian panjang itulah yang memicu pemudik menjadi lebih lama berada di rest area.

2. Pastikan kondisi toilet bersih, dan dengan petugas jaga yang jelas. Pastikan juga apakah toilet itu gratis atau membayar. Konsumen perlu informasi yang jelas dan konsisten terkait hal itu. Jangan dinyatakan toilet gratis, tapi petugasnya minta uang kepada konsumen.

3. Jika perlu sediakan mushola tambahan. Sebab faktanya, antrian berjubel bukan hanya di toilet, tapi juga di mushola/masjid di rest area. Hal ini juga menjadi pemicu kepadatan traffic di rest area, dan akhirnya memicu kemacetan.

4. Pastikan tidak terjadi antrian panjang saat mengisi BBM di SPBU. Ekor antrian itulah yang biasanya memicu kemacetan hingga badan jalan tol.

5. Harus dilakukan buka tutup di rest area tertentu. Rest area di jalan tol yang sudah melebihi kapasitas, maka harus ditutup dan dialihkan pada rest area berikutnya, sampai kondisi lalu lintas mencair kembali.

6. Pengelola jalan tol juga harus mengontrol harga makanan dan minuman, agar para pemilik warung tidak menjadikan aji mumpung, mengenakan harga pada konsumen seenaknya. Daftar harga harus dicantumkan pada daftar menu.

Loading...

Tulis pendapat anda