— JAKARTA – Kepergian Lionel Messi dari Timnas Argentina tampaknya akan segera terjadi. Laga melawan Benin pada 6 Oktober mendatang di Buenos Aires diprediksi akan menjadi panggung terakhir sang legenda bersama Albiceleste di hadapan publik sendiri.

Keputusan Messi untuk mundur dari timnas, yang diumumkannya bulan lalu, mengejutkan banyak pihak. “Kami senang bisa berada di sisinya (Messi) dan juga berterima kasih telah membantu kami memenangi segalanya. Hari itu pastinya akan sangat emosional,” ujar gelandang Alexis Mac Allister, seperti dikutip Tribuna. Ia menambahkan, “Saya mengetahuinya melalui pernyataan resmi tersebut. Itu sungguh mengejutkan. Meskipun waktu terus berlalu dan hal itu tampak mungkin terjadi, kabar tersebut tetap menjadi kejutan besar.”

Selama lebih dari dua dekade, Messi telah menjadi tulang punggung Albiceleste, selalu menjadi pilihan utama terlepas dari siapa pelatihnya. Perjalanannya di timnas diwarnai dengan keberhasilan meraih dua Copa America dan satu Piala Dunia, serta membawa Argentina hingga final Piala Dunia 2026, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol.

Kini, era baru sepak bola Argentina akan segera dimulai dengan kehadiran para pemain yang lebih muda. Mac Allister menyadari pentingnya tim untuk segera bangkit dan membangun kekuatan baru tanpa kehadiran sang mega bintang. “Prosesnya akan berbeda, dengan masuknya pemain-pemain baru, dan kami harus memahami bahwa kami tidak akan lagi diperkuat oleh pemain terbaik dunia yang selama ini menjadi pembeda,” jelas Mac Allister.

Ia menekankan bahwa fokus utama tim adalah memperkuat diri secara kolektif. “Kami harus memperkuat diri sebagai sebuah tim; itulah hal yang paling penting. Sebagai rekan setim, dia adalah sosok yang luar biasa; kami selalu mengagumi kerendahan hatinya. Hal terpenting saat ini adalah dia bisa menikmati hidupnya,” pungkas pemain Liverpool tersebut.