Mancanegara

Asia Sentinel Minta Maaf kepada SBY, Demokrat dan Seluruh Masyarakat Indonesia

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda)

Jurnalindonesia.co.id – Media asal Hong Kong, Asia Sentinel, menyampaikan permintaan maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui artikel khusus berjudul ‘Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia‘ yang terbit pada 19 September 2018.

“Kami sudah menarik berita tersebut, tapi kami juga turut meminta maaf kepada SBY, Partai Demokrat, dan berbagai pihak yang merasa tersinggung dengan artikel tersebut,” tulis Asia Sentinel di laman situsnya, Rabu (19/9/2018).

“Di atas semua itu, kami juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kerugian yang kami timbulkan atas berita tersebut.”

Pihak Asia Sentinel juga mengakui kekurangan dari berita berjudul ‘Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy’, yang ditulis oleh kepala editornya, John Berthelsen.

“Kami menyadari bahwa kami tidak mencari konfirmasi dari orang-orang yang namanya ditayangkan di artikel. Artikel itu tak berimbang dan menciderai praktik jurnalisme. Artikel itu juga memuat headline yang menghasut dan tidak adil bagi Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.”

Loading...

Sebelumnya SBY mengatakan bahwa pihaknya akan menempuh langkah hukum atas pemberitaan Asia Sentinel. SBY menegaskan bahwa ia akan mengejar pihak yang memfitnah dirinya sampai ke ujung dunia manapun.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan bersama beberapa jajaran Partai Demokrat sudah mendatangi Dewan Pers dan mengadukan sejumlah media di Indonesia yang turut menyebarkan berita SBY di Asia Sentinel.

Hinca juga berencana terbang langsung ke Hong Kong untuk mengadukan Asia Sentinel ke Dewan Pers Hong Kong.

Asia Sentinel, pada Rabu (12/9/2018) memuat artikel soal dugaan konspirasi kejahatan keuangan di era pemerintahan SBY.

Pada artikel yang ditulis editor yang juga pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, disebut bahwa Bank Century digunakan untuk merampok uang negara. Menurut tulisan tersebut, Century direkayasa sebagai bank gagal pada 2008.

Tulisan tersebut juga menyebut bahwa SBY menggunakan Bank Century untuk melakukan pencucian uang sebesar 12 Miliar Dolar AS. Artikel tersebut dihapus beberapa hari setelah terbit.

Loading...

Tulis pendapat anda