Jurnal Indonesia — Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menegaskan peran industri satelit sebagai pilar utama dalam mendukung transformasi digital nasional. Pernyataan itu disampaikan menyusul pelaksanaan forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digelar pemerintah untuk menyelaraskan komitmen pemangku kepentingan ekosistem digital.
Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, menyebut DEAL 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Risdianto menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur konektivitas yang andal dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terlayani jaringan terestrial secara optimal.
“Satelit merupakan fondasi penting dalam ekosistem digital Indonesia. Selain menyediakan konektivitas hingga wilayah yang sulit dijangkau, satelit juga mendukung keamanan jaringan, ketahanan infrastruktur nasional, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi ke seluruh masyarakat,”
Menurutnya, peran satelit kini melampaui layanan komunikasi konvensional. Seiring kemajuan teknologi digital, satelit diperlukan untuk mendukung layanan strategis seperti broadband, Internet of Things (IoT), layanan pemerintahan digital, sektor maritim, penanggulangan bencana, hingga integrasi kecerdasan artifisial (AI).
ASSI menyatakan mendukung penuh upaya pemerintah melalui DEAL 2026 yang bertujuan menyelaraskan kebijakan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi digital nasional.
Selain regulasi yang kondusif, Risdianto menyoroti perlunya investasi berkelanjutan, inovasi teknologi, dan pengembangan kapasitas industri dalam negeri agar mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai kontribusi industri, ASSI terus mendorong penyelenggaraan showcase teknologi satelit dan layanan digital untuk memperlihatkan kesiapan industri satelit nasional dalam mendukung agenda transformasi digital.
ASSI juga mengapresiasi peran kementerian yang menjadi fasilitator kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Menurut organisasi itu, DEAL menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi berbagai pihak dan mempercepat implementasi program-program digital nasional.
Risdianto meyakini sinergi yang terbentuk melalui DEAL 2026 akan memperkuat investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi nasional. Di tengah percepatan digitalisasi sektor ekonomi, ia memproyeksikan industri satelit akan berperan semakin penting sebagai tulang punggung konektivitas dan layanan digital Indonesia.
“Melalui DEAL, pemerintah berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi yang sama, yaitu membangun ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Risdianto.
Ikuti Jurnal Indonesia
