— JAKARTA – Klub sepak bola Juventus tengah menghadapi gelombang cedera pemain yang signifikan. Kondisi ini diperparah dengan performa yang dinilai kurang memuaskan dalam aktivitas bursa transfer musim panas 2026.

Manuel Locatelli menjadi salah satu pemain kunci yang harus menepi. Sang kapten Juventus ini diprediksi baru bisa kembali bermain setelah akhir tahun 2026 akibat cedera meniskus yang mengharuskannya menjalani operasi.

Sebelumnya, Juventus sudah kehilangan Khephren Thuram dan Kenan Yildiz yang juga mengalami cedera. Selain itu, Andrea Cambiaso, Jeff Ekhator, Weston McKennie, Juan Cabal, dan Jeremie Boga juga dilaporkan sedang berjuang mengatasi masalah otot.

“Ini jelas merupakan pukulan telak bagi klub, terutama karena absennya Locatelli datang setelah Yildiz juga harus menepi,” ujar legenda Juventus dan tim nasional Italia, Marco Tardelli, kepada Gazzetta.

Tardelli menilai situasi yang dihadapi pelatih Luciano Spalletti di Juventus semakin rumit. Ia berpendapat bahwa Juventus tidak bekerja dengan optimal dalam bursa transfer musim panas 2026.

“Spalletti adalah pelatih yang sangat bagus menurut saya. Namun, Anda harus memahaminya karena bersamanya Anda bisa memberikan banyak hal jika mengikutinya, dan itu tidak selalu mudah. Tentu saja, bursa transfer tidak membantunya,” jelas Tardelli.

Spalletti kini dituntut untuk segera menemukan solusi terbaik bagi Juventus di tengah krisis cedera yang melanda. Bianconeri dijadwalkan akan menghadapi Sassuolo pada 13 September 2026 dalam lanjutan Serie A.

“Terkadang moral tim menurun, tetapi harus juga dikatakan bahwa Anda dapat menemukan energi justru dalam kesulitan dan momen-momen sulit; energi yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya,” pungkas Tardelli.