Jurnal Indonesia — Pelayanan internet yang dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat lonjakan penggunaan di wilayah perbatasan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Data operasional menunjukkan satu titik layanan mencapai trafik puncak 100 Mbps pada Mei, menegaskan peran konektivitas satelit bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan titik dengan trafik puncak tersebut berada di Pos TNI AL Pulau Maratua.
“Di lokasi Pos TNI AL Pulau Maratua itu penggunaan layanan akses internetnya sudah tinggi. Terlihat sampai di titik puncak 100 Mbps di bulan Mei atau satu bulan terakhir,” ujar Darien saat ditemui di Pulau Maratua, Kamis (11/6).
Keberhasilan Menggunakan Satelit
Darien menekankan capaian 100 Mbps itu istimewa karena layanan disalurkan melalui satelit, bukan serat optik.
“Karena untuk koneksi satelit sampai 100 Mbps itu pencapaian yang sangat baik. Kalau optik 100 Mbps itu hal biasa karena menggunakan kabel fisik, sedangkan satelit ini tidak ada kabel fisik melainkan gelombang frekuensi, tapi bisa mencapai 100 Mbps,” kata dia.
Distribusi Pemanfaatan Di Beberapa Titik
Selain Pos TNI AL, tingkat penggunaan tinggi juga tercatat di Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan SDN 001 Payung-Payung di Pulau Maratua.
Di kantor kampung, trafik sempat mencapai sekitar 50 Mbps, sedangkan di sekolah hampir 40 Mbps.
Darien menyatakan tingginya trafik menunjukkan layanan internet dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan, pelayanan publik, dan akses informasi.
Jumlah Pengguna Terdaftar
Data Bakti yang dipaparkan Darien menunjukkan jumlah pengguna yang mengakses jaringan: SDN 001 Payung-Payung tercatat 502 pengguna, Kantor Kepala Kampung Payung-Payung 339 pengguna, dan Pos TNI AL Pulau Maratua 368 pengguna.
“Dapat disimpulkan memang layanan akses internet yang disediakan oleh Bakti ini sangat bermanfaat, terlihat dari tingkat mobilitas dan utilisasinya yang tinggi,” ujar Darien.
Penopang Layanan: SATRIA-1
Menurut Darien, seluruh layanan akses internet tersebut ditopang oleh satelit pemerintah SATRIA-1.
“Kita cukup bangga di mana negara kita dengan segala tantangan geografisnya, punya satelit yang betul-betul milik pemerintah dan dioperasikan langsung oleh SDM-SDM lokal Indonesia di 11 gateway, serta bisa memberikan layanan sampai dengan 100 Mbps di satu titik,” kata Darien.
Ikuti Jurnal Indonesia
