Mancanegara, Pendidikan

Barack Obama Bercita-cita Cetak 1 Juta Pemimpin Muda dari Seluruh Dunia

Barrack Obama
Ilustrasi foto: Brent Lewis/The Undefeated

Jurnalindonesia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama bercita-cita menciptakan ‘Satu Juta Muda Barack Obama atau Michelle Obamas’.

Keinginan tersebut yang mendasari Obama mendirikan The Obama Foundation atau Yayasan Obama.

The Obama Foundation adalah sebuah program pendidikan dua tahun di mana para calon pemimpin dari seluruh dunia berkumpul. Mereka akan dibimbing untuk membuat perubahan pada persoalan-persoalan penting di dunia. Mereka akan difokuskan pada isu-isu yang berkembang di seluruh komunitas yang ada di dunia.

Siswa dari program ini akan mengejar gelar master dengan penekanan pada perkembangan internasional dan kebijakan.

Mereka juga akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepemimpinan di luar kelas di bawah bimbingan Obama Foundation.

Sebagaimana dikutip dari laman Uchicago, pengumuman program beasiswa dari Obama Foundation dan University of Chicago sudah dirilis pada 28 Februari lalu.

Program ini akan nantinya akan dilaksanakan di Harris School of Public Policy.

Beberapa kegiatan di dalam yayasan ini akan dilaksanakan di seluruh Chicago.

Dengan melibatkan komunitas lokal, siswa akan memiliki kesempatan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari di kelas.

Baca juga: Jokowi ke Obama: Pulanglah ke Menteng, Saya Sambut Anda Sebagai Anak Jakarta

Program ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan para calon pemimpin, selain untuk memperluas pengalaman mereka.

Pelaksanaan program akan dimulai pada musim gugur 2018 ini.

Daniel Diermeier, provost dari University of Chicago mengatakan, program ini akan menjadi peluang positif bagi para calon pemimpin dari seluruh dunia.

Yayasan Obama ini akan memberikan peluang unik dan inovatif untuk menerapkan pembelajaran di luar kelas dan membangun jaringan global.

University of Chicago akan menjadi tempat bagi Obama dan istrinya bekerja dengan para siswa dan pemimpin masa depan selama beberapa tahun ke depan.

Hal ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap partisipan yang terlibat di dalamnya.

Loading...

Program Beasiswa Obama Foundation akan memberikan beasiswa penuh dan tunjangan untuk biaya hidup bagi sekitar 25 siswa di tahun pertama.

Program ini bertujuan untuk menarik individu dari berbagai macam latar belakang. Termasuk tokoh masyarakat, pengusaha, pekerja seni dan orang-orang dari pelayanan publik.

Sebagaimana tertulis di lama The Guardian pada Senin (16/04/2018), pelamar program ini datang dari berbagai macam kalangan termasuk aktivis dari Afrika Selatan dan pengungsi dari Afghanistan.

Misalnya, Zarlasht Halaimzai, perempuan asal Afghanistan yang mengungsi ke Inggris pada usia 11 tahun.

Baca juga: Raja Salman Tolak Pukul Bedug di Masjid Istiqlal Karena Alasan Bid’ah

Halaimzai adalah salah satu pendiri Reefuge Trauma Initiative (RTI), lembaga yang memberikan bantuan psikologis kepada ribuan pengungsi yang mengalami trauma akibat perang, penyiksaan dan pemindahan.

Selain Halaimzai, ada juga Moeti yang berusia 31 tahun, seorang aktivis dari Afrika Selatan yang telah mengelola amandla.mobi selama empat tahun lebih.

Amandla.mobi adalah sebuah platform digital yang telah memobilisasi lebih dari 200.000 warga yang bermasalah.

Program ini juga memiliki fokus lebih kepada para perempuan kulit hitam dalam kemiskinan di sana.

Calon penerima beasiswa ini akan dipilih berdasarkan pada pekerjaan yang sudah mereka lakukan dan pada masalah kepentingan lokal atau global.

Selain itu, calon penerima beasiswa juga akan dipilih berdasarkan dedikasi dan kontribusi berarti yang mereka berikan untuk mengatasi masalah dalam komunitas masing-masing.

Misi Obama Foundation adalah untuk menginspirasi, memberdayakan dan menghubungkan generasi pemimpin sipil berikutnya.

Pelamar yang dipilih akan bergabung dengan komunitas Harris School of Public Policy, termasuk alumni yang mewakili 36 negara.

Para siswa akan belajar dengan akademisi terkemuka dari Harris dan seluruh University of Chicago pada berbagai macam bidang seperti pembangunan internasional, ekonomi dan konflik global.

Untuk tahun ini, program tersebut telah ditutup pada 10 April kemarin.

Loading...

Tulis pendapat anda