Jurnal Indonesia — JAKARTA – Tottenham Hotspur menghadapi musim yang mengecewakan meskipun telah menggelontorkan dana besar di bursa transfer musim panas lalu. Klub asal London Utara itu membelanjakan lebih dari 300 juta paun, atau setara dengan sekitar Rp 7,18 triliun, untuk mendatangkan sejumlah pemain baru.
Belanja jor-joran ini merupakan respons terhadap hasil yang kurang memuaskan dalam dua musim terakhir, di mana Tottenham nyaris terdegradasi dan berulang kali finis di papan bawah klasemen, bahkan sempat menduduki peringkat ke-17.
Sejumlah pemain berprofil tinggi seperti Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, Sandro Tonali, Savio, dan Omar Marmoush didatangkan ke Tottenham Hotspur Stadium. Namun, investasi besar ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan di lapangan.
Di bawah kepelatihan Roberto De Zerbi, performa Spurs belum juga membaik. Dari lima pertandingan Premier League yang telah dilakoni, tim ini belum meraih satu kemenangan pun dan telah menelan tiga kekalahan. Kekalahan terbaru terjadi di kandang sendiri dengan skor 2-3 melawan Aston Villa.
Tottenham baru berhasil mencetak dua gol dan sudah kebobolan delapan kali. Dengan selisih gol minus enam, The Lilywhites kini menduduki dasar klasemen, berbagi dua poin dengan Fulham. Ini adalah kali pertama sejak musim 2008/2009 Tottenham berada di posisi juru kunci setelah lima pertandingan liga. Pada musim tersebut, mereka akhirnya finis di peringkat kedelapan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.