Kriminal, Mancanegara

Beredar Video Diduga Penyiksaan TKI Adelina Lisao, Ini Kata Polisi Malaysia

Video penganiayaan seorang perempuan yang diduga TKI asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao.
Video penganiayaan seorang perempuan yang diduga TKI asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao. (Screenshot video YouTube)

Jurnalindonesia.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan sedang disiksa beredar viral di media sosial. Diduga, perempuan yang disiksa tersebut adalah Adelina Lisao, Tenaga Kerja Indonesia yang tewas di Malaysia.

Dalam video yang berdurasi dua menit 13 detik itu tampak seorang perempuan paruh baya yang diduga Majikan Adelina memukuli juga menendang perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur tersebut. Terlihat juga, sang majikan memukuli Adelina dengan sebatang kayu secara bertubi-tubi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengaku sudah mengetahui video itu. Kendati pihaknya belum bisa memastikan, apakah perempuan muda yang menjadi korban penganiayaan itu adalah Adelina.

Iqbal mengaku pihaknya sudah meminta konfirmasi soal video itu kepada Kepolisian Diraja Malaysia untuk memastikan benar tidaknya perempuan jadi korban itu adalah Adelina. Namun belum ada penjelasan dari pihak Kepolisian Diraja Malaysia.

“Sudah kami mintakan konfirmasi Kepolisian Malaysia, tapi proses investigasi memang belum rampung. Kita lihat nanti,” ujar Iqbal kepada Tempo pada Minggu 25 Februari 2018.

Namun, dalam pemberitaan di laman Star Online Malaysia, polisi Penang telah merilis bantahan bahwa video tersebut adalah video penganiayaan Adelina.

Kepolisian Penang mengaku telah mempelajari video tersebut dan memastikan bahwa lokasi video berbeda dengan lokasi penganiayaan Adelina.

Meski demikian kepolisian juga tidak mengetahui di mana lokasi dalam video tersebut.

“Kami juga telah memastikan bahwa wanita dalam video tersebut bukan tersangka dalam kasus (Adelina),” kata polisi Penang, Nik Ros Azhan.

“Kami tidak memiliki petunjuk di mana video itu difilmkan,” imbuhnya.

Selain itu, Nik Ros Azhan juga mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan terkait video tersebut ke kepolisian.

Berikut videonya:

Adelina, 28 tahun, ditemukan tak berdaya di teras majikannya di kawasan Taman Kota Permai, Bukti Mertajam, Penang, Malaysia, Sabtu dua pekan lalu. perempuan asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan sejumlah luka di lengan, kaki dan wajah.

Adelina sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bukit Mertajam, namun nyawanya tak tertolong sehari setelah ia diselamatkan dari rumah majikannya, 10 Februari 2018.

Sebelum meninggal, Adelina sempat mengungkapkan dirinya telah dianiaya dan dipaksa tidur di luar rumah majikannya, bersama seekor anjing peliharaan. Perlakuan ini dialami Adelina selama sebulan terakhir.

Kepolisian Malaysia telah menetapkan tiga orang berinisial ML, MA, dan JY sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Adelina. Dua tersangka yakni majikan perempuan Adelina dan saudara laki-lakinya, ditahan pada 11 Februari lalu. Keesokan harinya, polisi menahan ibu kandung majikan Adelina.

Seperti dilansir Reuters, Rabu 21 Februari 2018 lalu, Jaksa Penuntut Umum Malaysia menuntut dua majikan Adelina: M.A.Ambika, 60 tahun dengan pasal pembunuhan. Ada pun putri majikan, dituntut kerena telah merekrut pekerja asing tanpa dokumen yang sah. Ambika didakwa dengan pasal 302 dengan ancaman tertinggi yaitu hukuman mati.

Sedangkan di Indonesia, Bareskrim Mabes Polri telah menangkap dua orang yang diduga sebagai pihak yang memberangkatkan Adelina. Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Komisaris Besar Ferdi Sambo, mengatakan dua calo tersebut merupakan tetangga korban. “Mereka biasa merekrut orang untuk kerja di luar,” kata Ferdi.

Dua calo Adelina itu adalah perempuan berusia 33 tahun berinisial FT dan seorang laki-laki berusia 37 tahun berinisial HP. Keduanya ditangkap Kepolisian Daerah NTT tiga hari lalu dan langsung ditetapkan sebagai tersangka sebelum ditahan di Polda NTT.

Atas insiden ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla sampai menyatakan akan turun tangan untuk menuntaskan kasus ini. Ia meminta pemerintah Malaysia memberikan hukuman yang tegas terhadap majikan Adelina.

“Kalau perlu pun saya akan berhubungan dengan Pak Najib (Perdana Menteri Malaysia Najib Razak) untuk mempertegas hukumannya,” kata Kalla.

Berita lainnya