Infotainment, Kriminal

Beri Dukungan, Ratna Sarumpaet dan Asma Dewi Hadiri Sidang Ahmad Dhani

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Musisi Ahmad Dhani menjalani sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018) sore.

Tampak Ratna Sarumpaet dan Asma Dewi hadir di sidang kasus untuk memberikan dukungan kepada suami Mulan Jameela tersebut.

Ratna dan Dewi duduk di barisan kursi yang berbeda. Ratna duduk di barisan kedua kursi pengunjung, sementara Dewi duduk di barisan ketiga kursi pengunjung.

Selain untuk mendukung Dhani, Ratna mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk protes terhadap persidangan kasus ini.

“Satu, memberikan dukungan. Dua, bentuk protes saya karena ini enggak layak disidangkan. Apa yang melanggar hukum? Ini benar-benar merusak demokrasi,” kata Ratna.

Menurutnya, apa yang disampaikan Dhani melalui akun Twitter-nya adalah bentuk kebebasan berpendapat.

“Ini bagian kebebasan berpendapat. Apa yang salah, sih, dengan ucapan itu? Ini, kan, dia (Dhani) cuma ngomong. Ini betul-betul sarat sama sentimen politik saja,” ujarnya.

Sebelum sidang dimulai, Ratna sempat menghampiri Dhani yang saat itu didampingi putra bungsunya, Abdul Qodir Jaelani atau Dul, yang duduk di barisan kursi paling depan.

Dul menyalami tangan Ratna, sementara Dhani tampak “cipika-cipiki” dengan ibu dari artis Atiqah Hasiholan itu.

Baca: Dhani Klaim 2 Cuitan yang Dipersoalkan Bukan Idenya, Melainkan dari Admin

Ratna Sarumpaet dan Asma Dewi

Ratna Sarumpaet dan Asma Dewi hadir di sidang perdana kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018) sore. (Foto: Kompas/Nursita Sari)

Sedangkan Asma Dewi hadir di sidang untuk mendukung Dhani sebagai orang yang sama-sama dizalimi.

“Karena sama-sama terzalimi. Akhirnya kami harus kasih dukungan, harus kompak, harus saling dukung, saling menguatkan,” kata Dewi.

Diketahui, Dhani didakwa melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Dia dilaporkan ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian.

Pada 6 Maret 2017, Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dhani juga dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis melalui akun Twitter-nya dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Loading...

Berita lainnya