Jurnal Indonesia — Arsenal harus mengakui keunggulan Brighton & Hove Albion setelah menyerah 3-0 di kandang sendiri. Performa gemilang Brighton menegaskan status mereka sebagai tim paling tajam di Premier League saat ini.
Dalam pertandingan yang digelar di Amex Stadium pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB, Brighton yang awalnya tidak diunggulkan, mampu membalikkan prediksi berkat penampilan impresif di lapangan. Arsenal dibuat kesulitan mengembangkan permainan sepanjang 90 menit.
Babak pertama tak berjalan mulus bagi tim tamu. Arsenal hanya mampu melepaskan tiga tembakan sebelum gawang mereka dibobol oleh Pascal Gross dan Charalampos Kostoulas. Memasuki babak kedua, Chema Andres memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Brighton pada menit ke-57.
Kemenangan ini menjadi kado istimewa bagi Brighton yang merayakan ulang tahun ke-125. Start sempurna Arsenal di musim ini pun berhasil dihentikan oleh The Seagulls.
Tambahan tiga poin mengantarkan Brighton naik ke peringkat ketiga klasemen Liga Inggris dengan total 10 poin dari lima pertandingan. Produktivitas gol mereka juga menjadi sorotan, dengan mencetak 16 gol, enam gol lebih banyak dari pesaing terdekat seperti Chelsea dan Brentford.
Pascal Gross menjadi bintang lapangan dengan memimpin daftar pencetak gol dan assist Brighton, masing-masing tiga gol dan assist. Total 16 gol ini mencatatkan sejarah baru bagi Brighton sebagai start terbaik mereka di Premier League, melampaui rekor 15 gol pada musim sebelumnya.
Meskipun meraih hasil gemilang, manajer Brighton, Fabian Hurzeler, tetap meminta anak asuhnya untuk tidak terlena. Ia mengingatkan bahwa jadwal padat dengan laga-laga berat menanti setelah jeda internasional.
“Secara keseluruhan, kami ingin selalu tampil bagus di setiap fase musim ini. Kami harus tetap di level tertinggi. Kami akan fokus laga per laga. Kami punya banyak laga setelah jeda internasional,” ujar Hurzeler seperti dikutip BBC Sport.
“Kami harus tetap rendah hati setelah kemenangan seperti ini dan paham mengapa kami bisa menang. Kami harus tetap melaju,” tambahnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.