Kriminal

Capai Rp 1,6 T, Polisi: Abu Tours Kasus Terbesar dalam Sejarah Penipuan Umrah!

CEO PT Abu Tours, Hamzah Mamba
CEO PT Abu Tours, Hamzah Mamba. (Foto: detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan harus bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus dugaan penipuan dan pencucian uang yang melibatkan agen perjalanan umrah Abu Tours. Disebutkan, nilai kerugiannya sangat fantastis, mencapai Rp 1,6 triliun.

Kasus ini pun dinilai sebagai yang terbesar dalam sejarah penipuan umrah di Indonesia.

“Kasus Abu Tours ini paling besar dalam sejarah dalam penipuan umrah,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (11/7/2018).

Empat orang telah ditahan terkait kasus ini, mereka adalah:

1. Komisaris PT Abu Tours and Travel, Khairuddin.

2. CEO PT Abu Tours, Hamzah Mamba.

3. Istri CEO Abu Tours Nursyariah Mansyur.

4. Mantan Manajer Keuangan Abu Tours, M. Kasim.

“Tentunya kami harus teliti untuk memutuskan siapa yang terlibat. Jangan sampai tidak cukup alat bukti kita tetapkan sebagai tersangka, itu fatal,” ujar Dicky.

Istri CEO Abu Tours, Nusyariah

Istri CEO Abu Tours, Nusyariah. (Foto: istimewa)

Terkait peran beberapa kepala cabang Abu Tours yang dinilai ikut terlibat namun belum ada yang menjadi tersangka, Polisi mengaku sudah melakukan pemeriksaan dan memang menemukan fakta. Semua uang jemaah dari semua daerah atau cabang, telah disetor di rekening penampungan.

“Jadi kecil kemungkinan ada penyelewengan di tingkat kepala cabang karena faktanya, semua uang jemaah itu telah disetor di rekening di Makassar ini. Kita belum menemukan alat bukti kalau kepala cabang ini terlibat,” pungkasnya.

Hingga saat ini, polisi telah menyita sejumlah aset mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan, alat elektronik, mata uang asing yang nilainya baru mencapai Rp 200 miliar atau jauh lebih kecil dari total kerugian jemaah yang mencapai Rp 1,6 triliun.

DETIKCOM

Loading...

Berita lainnya