Nasional

Cerita-cerita Mengharukan Usai Gempa Mengguncang Lombok

Warga memeriksa bangunan rumah yang roboh akibat gempa yang melanda Lombok, NTB, Minggu (29/7). (Foto: AFP/Aulia AHMAD)

Jurnalindonesia.co.id – Gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) petang sekitar pukul 18.00 WIB.

Hingga Senin (6/8/2018) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 98 orang tewas dan 236 warga terluka akibat gempa ini.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

“Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Berikut sejumlah kisah mengharukan saat gempa mengguncang Lombok:

1. Dua bayi lahir

Aryana melahirkan bayinya secara normal dan selamat di RSUP Nusa Tenggara Barat ketika terjadi gempa pada hari Minggu.

Alhamdulillah bayi saya lahir dengan selamat dan sehat,” kata Aryana saat ditemui di UGD RSUP NTB, Senin dini hari.

Ilustrasi: Suadah (41), korban gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) menjalani perawatan di halaman Rumah Sakit Kota Mataram, Minggu (5/8/2018). (Antara Foto/Ahmad Subaidi)

Selain Aryana, ada seorang ibu lainnya yang juga melahirkan di RSUP NTB.

Namun, pihak keluarga bayi menolak untuk menemui wartawan. Aryana menuturkan menceritakan, saat dia mengalami kontraksi, keluarga sempat akan membawanya ke sebuah RS di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok.

Namun, bangunan rumah sakit saat itu sudah hancur karena gempa.

“Akhirnya saya dirujuk ke RSUP NTB. Saat tiba di rumah sakit, situasi masih panik. Pasien banyak dirawat di parkiran, termasuk ibu yang sudah melahirkan di samping saya. Alhamdulilah kami berdua melahirkan dengan selamat,” ujarnya.

2. Kakak berusaha selamatkan adik

Saat gempa terjadi, Gede Angga telah mencoba menarik tubuh adiknya, Ni Kadek Yuli Widiani, agar tidak tertimpa tembok kos mereka di Jalan Juwet Sari no 25, Banjar Kajeng, Denpasar.

Angga sudah memperingatkan adiknya untuk tidak keluar kamar.

Warga di Lombok dievakuasi keluar rumah saat terjadi gempa di NTB pada Minggu (5/8/2018) petang. (Foto: istimewa)

Namun Yuliani bersikeras berlari ke luar kamar. Saat itu, Angga sudah menarik baju sang adik, namun terlepas. Saat sampai di depan pintu, tembok kamar kos roboh menimpa Yuliani.

Sang kakak segera menolong dan membawa Yuliana ke rumah sakit untuk dirawat. Namun Yuliani meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

3. 1.000 turis dievakuasi

Sekitar seribu turis asing dan domestik dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno di Lombok Utara. Sejumlah foto yang menampilkan proses evakuasi para turis tersebut beredar.

Loading...

Tim penyelamat awalnya menggunakan perahu untuk mengangkut para turis tersebut sebelum akhirnya dipindah ke kapal besar.

Wisatawan asing menyeret koper pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

4. Serangan jantung hingga loncat saat gempa

Saat gempa terjadi, pria bernama Witjaksono sedang berada di Resto Golden Palace Kuta, di Jalan Raya Kuta, bersama rekan-rekannya.

Dia tiba-tiba terjatuh saat berlari menyelamatkan diri bersama para pengunjung resto lainnya. Korban diduga mengalami serangan jantung saat gempa mengguncang Lombok.

Seorang seniman asal Bali Ni Luh Sukendriasih harus dilarikan ke RSUD Klungkung. Sukendriasih mengalami patah tangan kanan ketika terjatuh saat berlari menyelamatkan diri.

Saat gempa terjadi, Sukendriasih yang sedang latihan gamelan di banjar langsung berlari menyelamatkan diri dengan loncat dari panggung balai banjar.

Para pengisi acara gelar seni pertunjukan pariwisata ‘Sendratari Ramayana’ berhamburan ke luar Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar pada saat terjadi gempa Minggu (6/8/2018). (Foto: istimewa)

5. Satu keluarga tewas tertimpa tembok

Satu keluarga yang terdiri dari Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan tewas tertimbun reruntuhan bangunan beton di Tembobor, Kabupaten Lombok Utara.

Upaya evakuasi kelima korban tersebut dilakukan dengan cara mengebor dan membelah bangunan beton menggunakan martil.

Warga memeriksa bangunan rumah yang roboh akibat gempa yang melanda Lombok, NTB, Minggu (29/7). (Foto: AFP/Aulia AHMAD)

6. Warga yang sedang shalat Isya terjebak reruntuhan masjid

Sejumlah warga yang sedang melaksanakan shalat Isya tertimpa reruntuhan masjid saat gempa terjadi. Mereka terjebak di dalam reruntuhan Masjid Jabal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Hingga Senin sore, baru dua korban tewas yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan masjid. Diperkirakan, masih banyak korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan.

7. Makan malam para menteri bubar

Gempa Lombok juga membuat acara makan malam para menteri Indonesia dan Australia dalam Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT) di Hotel Lombok Astoria mendadak bubar.

Para menteri pun berhamburan saat gempa menggoncang kuat, berusaha berjalan meski sulit. Mereka lalu diarahkan menuju tangga darurat di lantai 12 hotel.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok Uara, NTB, Minggu (5/8/2018). (Foto: Kompas)

Menteri Yasonna menggambarkannya sebagai situasi yang menakutkan. Semua benda di atas meja terpelanting, katanya.

Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam dan 11 delegasi Singapura lainnya mengaku sedang berada di lantai sepuluh kamar hotelnya saat gempa terjadi. Dia berupaya menuruni tangga saat bangunan masih bergetar.

“Kami hanya membawa barang-barang yang penting. Aku hanya membawa laptop berisi e-mail pemerintah,” ucapnya.

Loading...

Tulis pendapat anda