Jurnal Indonesia — JAKARTA – Memasuki musim 2026/27, Chelsea kembali dihadapkan pada tantangan klasik terkait komposisi skuad yang terlalu besar. Aturan Premier League yang membatasi pendaftaran pemain menjadi 25 orang memaksa klub berjuluk The Blues ini untuk melakukan perampingan.
Saat ini, Chelsea memiliki total 38 pemain dalam daftar kontraknya, melebihi batas yang ditetapkan. Situasi ini mengharuskan klub untuk segera melepas sejumlah pemain agar sesuai regulasi.
Sejauh ini, Chelsea telah resmi melepas empat pemainnya. Marc Cucurella dijual ke Real Madrid, Andrey Santos dilepas ke MU, Tyrique George bergabung dengan Everton, dan Alejandro Garnacho dipinjamkan ke Aston Villa. Di sisi lain, klub juga telah mendatangkan lima pemain baru, yaitu Morgan Rogers, Marco Palestra, Geovany Quenda, Denner, dan Dastan Satpaev.
Upaya perampingan skuad tampaknya belum berhenti. Sejumlah pemain lain dikabarkan masuk dalam daftar jual atau berpotensi dipinjamkan. Nama-nama seperti Axel Disasi, Nicolas Jackson, Liam Delap, Filip Jorgensen, hingga Marc Guiu disebut-sebut akan segera meninggalkan Stamford Bridge.
Manajer Xabi Alonso dilaporkan masih terus berupaya meramu skuad ideal dan mencari komposisi terbaik. Meskipun ada rumor mengenai ketertarikan Real Madrid terhadap Enzo Fernandez, belum ada tawaran resmi yang diajukan.
Sejak kepemilikan Todd Boehly diambil alih pada Mei 2022, Chelsea memang memiliki kecenderungan untuk merekrut banyak pemain muda. Kebijakan ini kerap berujung pada skuad yang membengkak dan kebutuhan untuk meminjamkan banyak pemain ke klub lain.
Situasi ini pernah diungkapkan oleh Axel Disasi beberapa waktu lalu. “Ketika sesi pramusim tiba, saya bingung saat datang ke tempat latihan. Ini pemain baru siapa lagi,” ujarnya, seperti dilansir dari Mirror.
Ikuti Jurnal Indonesia
