— China kembali tampil di puncak kancah komputasi global setelah memperkenalkan LineShine, sistem superkomputer yang dinobatkan sebagai yang tercepat di dunia pada peringkat TOP500 edisi Juni 2026.

Pengumuman dilakukan pada konferensi ISC 2026 di Hamburg. LineShine mencatatkan kinerja 2,198 Exaflop/s menurut pengujian High Performance Linpack (HPL), sekitar 80% dari puncak teoretisnya yang 2,736 Exaflop/s.

Desain 100% CPU Tanpa GPU

Berbeda dengan tren yang mengandalkan akselerator GPU dari produsen seperti Nvidia atau AMD, LineShine dibangun sepenuhnya dengan arsitektur CPU. Sistem ini menorehkan rekor sebagai HPC pertama yang melampaui batas 2 exaflop untuk komputasi presisi ganda secara berkelanjutan.

Sistem tersebut beroperasi di National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS) menggunakan platform kustom bernama LingKun. Seluruh komponen—mulai prosesor, jaringan, hingga penyimpanan—dikembangkan dalam negeri, kecuali penggunaan arsitektur set instruksi Armv9.

Spesifikasi Utama

  • Prosesor: Cip “LX2” berbasis Armv9 yang diyakini rancangan Huawei.
  • Kapasitas inti per chip: Dua die komputasi dengan total 304 inti dan memori HBM 32 GB.
  • Total inti: Sekitar 13,79 juta inti komputasi terhubung lewat interkoneksi eksklusif LingQi.
  • Sistem operasi: Kylin OS, distribusi Linux buatan China.

Posisi Pada TOP500

Debut LineShine langsung menyingkirkan penguasa sebelumnya, El Capitan asal Amerika Serikat, yang turun ke posisi kedua dengan skor 1,809 Exaflop/s. Meski demikian, Amerika Serikat masih menguasai mayoritas posisi lima besar.

  1. LineShine — National Supercomputer Center, Shenzhen (China) — 100% CPU — 2,198 Exaflop/s
  2. El Capitan — Lawrence Livermore National Laboratory (AS) — CPU + GPU (AMD MI300A) — 1,809 Exaflop/s
  3. Frontier — Oak Ridge National Laboratory (AS) — CPU + GPU (AMD MI250X) — 1,353 Exaflop/s
  4. Aurora — Argonne National Laboratory (AS) — CPU + GPU (Intel Max) — 1,012 Exaflop/s
  5. JUPITER Booster — Jülich Supercomputing Centre (Jerman) — CPU + GPU (Nvidia GH200) — 1,000 Exaflop/s

Dampak dan Penggunaan

Pihak penyelenggara TOP500 menyoroti keberhasilan arsitektur murni CPU pada LineShine sebagai bukti bahwa tidak ada satu teknologi tunggal yang mutlak unggul untuk beban kerja komputasi ekstrem.

Tim NSCS menyatakan LineShine merupakan puncak investasi jangka panjang China dalam solusi komputasi mandiri. Menurut pernyataan institusi, sistem ini sudah dimanfaatkan untuk simulasi teknik tingkat tinggi, riset sains, pengembangan model AI, serta pelatihan Large Language Model (LLM).

Keberadaan LineShine menandai langkah besar dalam upaya kemandirian teknologi nasional sekaligus memperbarui peta persaingan superkomputer global.