Jurnal Indonesia — Cristian Chivu mengakui Jose Mourinho sebagai sosok spesial dalam perjalanan kariernya, terutama saat keduanya bekerja sama di Inter Milan. Namun, Chivu dengan tegas membantah anggapan bahwa gaya kepelatihan dan filosofinya meniru total sang ‘The Special One’.
Chivu, yang kini menjabat sebagai pelatih, memiliki kedekatan dengan Mourinho. Ia merupakan bagian penting dari skuad Inter yang meraih treble pada musim 2009/2010 di bawah asuhan Mourinho. Meskipun sempat mengalami cedera parah akibat retak tengkorak, Chivu berhasil bangkit dan menjadi andalan di lini pertahanan Nerazzurri.
Selama dilatih Mourinho, Chivu mencatatkan 59 penampilan. Pengalaman ini tentu memberikan pengaruh besar bagi kariernya di dunia sepak bola. Kini, keduanya akan kembali bertemu dalam kapasitas berbeda saat Real Madrid yang dilatih Mourinho menjamu Inter Milan yang ditangani Chivu pada laga perdana fase grup Liga Champions.
Bagi Chivu, pertemuan ini menjadi momen emosional. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Mourinho atas dukungan yang diberikan, terutama di masa-masa sulit.
“Mourinho itu spesial buat saya. Saya beruntung bisa bertemu dengannya. Dia banyak membantu saat saya melalui masa-masa sulit dalam hidup, dan saya tidak akan melupakan itu,” ujar Chivu seperti dilansir Football Italia.
Meski demikian, Chivu menegaskan kemandiriannya dalam mengembangkan gaya melatih. Ia mengklaim memiliki ide permainan sendiri yang terbentuk dari pengalaman bermain dan bertahun-tahun melatih tim usia muda.
“Saya tidak pernah meniru siapapun. Saya punya ide permainan saya sendiri, yang didapat saat masih bermain dan pengalaman bertahun-tahun melatih level usia muda, di mana saya mendapat banyak pengalaman yang banyak membantu selama ini,” tambah pria asal Rumania itu.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.