Jurnal Indonesia — MADRID – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan kepuasannya terhadap penampilan timnya meskipun harus menelan kekalahan 1-2 dari Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (9/9) dini hari WIB. Chivu menyoroti keberanian dan karakter yang ditunjukkan para pemainnya dalam menghadapi pertandingan tersebut.
Inter Milan terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah di Santiago Bernabéu berkat gol-gol dari Kylian Mbappe dan Federico Valverde. Kedua gol Real Madrid tercipta memanfaatkan kesalahan yang dibuat oleh pemain Inter, yakni Yann Bisseck dan kiper Josep Martinez. Sementara itu, satu gol balasan Inter dicetak oleh Carlos Augusto di babak kedua.
Meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan, Chivu menegaskan bahwa ia sama sekali tidak marah kepada anak asuhnya. Ia justru senang dengan semangat juang dan keberanian yang diperlihatkan oleh tim.
“Saya sama sekali tidak marah, saya senang dengan keberanian dan karakter yang ditunjuk oleh tim saya,” ujar pelatih asal Rumania itu kepada Sky Sport Italia.
Chivu menjelaskan bahwa dalam olahraga, kesalahan adalah hal yang wajar terjadi. Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana pemain bereaksi terhadap kesalahan tersebut dan tetap berjuang hingga akhir.
“Jika Anda membuat kesalahan, dan itu kan bagian dari olahraganya, ini tentang bagaimana bereaksi kepada kesalahan itu dan maju ke depan, bahasa tubuh Anda, sikap Anda sampai akhir,” tuturnya.
Lebih lanjut, Chivu menilai bahwa Inter Milan menampilkan performa yang bagus secara keseluruhan. Timnya berusaha untuk tampil dominan dan menjaga inisiatif serangan sepanjang pertandingan, sebuah aspek yang membuatnya optimistis menatap masa depan.
“Saya akan mengatakan bahwa tadi itu penampilan yang bagus pada malam ini, berusaha menjadi dominan dan menjaga inisiatif sepanjang permainan. Hal itu membuat saya senang dan optimistis untuk masa depan tim ini,” imbuhnya.
Chivu mengakui bahwa kesalahan dalam transisi dan kualitas serangan lawan memang menjadi potensi kerawanan timnya. Namun, ia memuji perjuangan keras para pemainnya yang tetap menunjukkan karakter kuat hingga peluit panjang dibunyikan.
“Kesalahannya sudah terjadi, kami sudah tahu kami akan memberikan mereka sedikit ruang di dalam transisi, dan kualitas yang mereka punya di dalam serangan, tapi kami tetap berjuang sampai akhir, menunjukkan karakter yang baik, dan tadi itu adalah penampilan yang bagus,” pungkas Chivu usai kekalahan Inter Milan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.