Kesehatan, Mancanegara

Cuma di Kanada, Ratusan Dokter Protes Lantaran Digaji Terlalu Tinggi

Foto ilustrasi: Caiaimage/Robert Daly/CNBC

Jurnalindonesia.co.id – Lebih dari 500 orang dokter dan 150 orang mahasiswa kedokteran di Kanada menandatangani surat pernyataan yang berisi protes terkait gaji mereka. Bukan soal gaji kecil, tapi justru gaji yang mereka terima dianggap terlalu tinggi.

“Kami, dokter-dokter di Quebec yang meyakini sistem publik yang kuat, memprotes peningkatan gaji yang baru-baru ini dinegosiasikan oleh federasi medis,” demikian tertulis dalam surat terbuka, sebagaiman dikutip CNBC, Rabu (7/3/2018).

Para dokter itu berdalih, mereka tidak bisa menerima kenaikan gaji tersebut sementara para pasien dan perawat menderita. Menurut mereka, para perawat, petugas administrasi, dan staf lainnya mengalami situasi kerja yang juga sangat sulit.

Di sisi lain para pasien menghadapi minimnya akses untuk layanan kesehatan karena pemangkasan secara drastis dan sentralisasi kepemimpinan di Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian, para dokter menilai kenaikan gaji bukan hal yang pantas diterima.

“Satu-satunya hal yang tampaknya imun adalah pemangkasan remunerasi kami,” kata para dokter.

Kanada, seperti dikutip dari laman resmi pemerintah, memiliki sistem kesehatan umum yang menyediakan jangkauan layanan kesehatan universal berdasarkan kebutuhan, bukan kemampuan untuk membayar.

Adapun 213 dokter umum, 184 dokter spesialis, 149 dokter residen medis, dan 162 mahasiswa kedokteran ingin uang yang dialokasikan untuk kenaikan gaji sebaliknya dikembalikan ke sistem.

“Kami meyakini bahwa ada cara untuk meredistribuai sumber daya sistem kesehatan Quebec untuk mempromosikan kesehatan bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan pasien tanpa memeras tenaga para pekerja,” ujar para dokter.

Disebutkan bahwa para perawat di Kanada bekerja dalam waktu yang sangat panjang dan melelahkan. Mereka kerap diwajibkan lembur dan tidak ada rotasi jadwal kerja, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan terhadap pasien.

Baca juga: Seorang Dokter Tolak Pasien dengan Asuransi Lantaran Takut Dosa Riba

Loading...

Berita lainnya