Jurnal Indonesia — JAKARTA – Pemain Timnas Spanyol, Dani Olmo, merespons pernyataan permintaan maaf dari asisten pelatih Timnas Argentina, Roberto Ayala, terkait insiden yang terjadi pasca final Piala Dunia 2026. Olmo menilai permintaan maaf tersebut tidak tulus dan terkesan mencari alasan.
Insiden tersebut terjadi di New York New Jersey Stadium usai pertandingan. Keributan bermula dari aksi Nahuel Molina yang memukul Rodri saat selebrasi, yang kemudian meluas melibatkan pemain lain, termasuk Olmo dan Ayala.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, Ayala terlihat menyentuh leher Olmo dengan tangannya. Olmo sendiri tidak membalas tindakan tersebut.
Beberapa hari setelah laga, Ayala kepada Valencia Capital Radio menyatakan niatnya hanya ingin melerai. “Niat saya itu sekadar ke sana dan melerai mereka, tidak lebih. Saya ingin memisahkan mereka. Perkelahian itu harus selesai sekarang. Itu lebih kepada dorongan daripada hal lainnya; itu bukan pukulan. Itu adalah reaksi saya pada sesuatu hal yang telah dikatakan, tapi jika saya bertemu Olmo, saya akan minta maaf secara pribadi kepada dia,” ujar Ayala.
Namun, Olmo tidak terkesan dengan penjelasan tersebut. Ia menganggap Ayala tidak benar-benar menyesal karena mencoba membenarkan tindakannya. “Seseorang yang mengaku menyesal tetapi membenarkan pukulan dengan mengatakan itu adalah respons terhadap sebuah komentar, jelas tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf,” kata Olmo kepada Diari de Terrassa, dikutip ESPN.
Olmo menambahkan, hal yang paling penting adalah keberanian untuk mengakui kesalahan dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat. Ia menekankan pentingnya menjadi contoh bagi generasi muda melalui perilaku yang baik, baik saat menang maupun kalah.
“Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan semua penggemar menonton pertandingan, saya ingin mereka bangga dengan bagaimana kami berkompetisi, bagaimana kami menang, dan yang terpenting, dengan perilaku kami, karena pentingnya sepak bola berarti bahwa kami para pemain adalah contoh bagi anak-anak dan generasi baru, dan itu membawa tanggung jawab yang besar,” tegas Olmo.
Sikap para pemain dan ofisial Argentina setelah pertandingan final Piala Dunia 2026 menuai kritik dari publik, yang menilai mereka tidak dapat menerima kekalahan meskipun performa mereka sepanjang laga dinilai buruk.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.