Daerah, DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Dari 250 Ribu yang Dijanjikan, Anies-Sandi Hanya Bangun 7 Ribu Rusun Selama 5 Tahun

Rusunawa Komarudin, Cakung, Jakarta
Ilustrasi: seorang anak mengayuh sepeda melintas di area rumah susun sewa sederhana (rusunawa) Komarudin, Cakung, Jakarta, Selasa (7/6/2016). (Foto: Antara/Risky Andrianto)

Jurnalindonesia.co.id – Pemprov DKI Jakarta tak akan membangun 250 ribu rumah susun DP Rp0 selama 2018-2022. Padahal, kebutuhan warga atas hunian menjadi janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Salahuddin Uno.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, Pemprov hanya mampu membangun 7 ribu rumah susun sewa (rusunawa) selama lima tahun mendatang. Sebelumnya, Agustino mengatakan Pemprov akan membangun sekitar 14 ribu rusunawa.

“Sebanyak 7 ribu itu sudah ada. Jadi tinggal bangun 7 ribu lagi. Itu pun bukan DP Rp0,” kata Agustino di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018.

Sebanyak 7 ribu rusunawa telah ada sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki jahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Rusunawa yang sudah terbangun tersebar di kawasan Nagrak, Rorotan, KS Tubun, Semper, Rawa Buaya, Pengadegan, Pasar Rebo, Rawa Bebek, dan Penjaringan.

Meski 7 ribu rusunawa tak dibangun di masa Anies-Sandi, pembangunan itu dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022. Mereka beralasan seluruh rusunawa itu rampung tahun ini.

“Pokoknya masuk RPJMD, itu kan saya jadikan semuanya ke sini. Ini kan buatan kita. Dianggapnya di 2018 selesai,” ucap dia.

Sedangkan Pemprov DKI mengandalkan BUMD dan Swasta untuk pembangunan rumah susun milik (rusunami) dan DP Rp0. Artinya, target membangun 250 ribu rusun bisa saja terealisasi.

“Kalau rusunami diperkirakan, saya lupa angka-angkanya, itu pun belum mengejar sampai 250 ribu. Justru yang kami harapkan yang dari kalangan private sector yang mengejar kekurangan selama lima tahun,” ucap dia.

Baca juga: Anies Berencana Jual Rusunawa Ahok, Ini Tanggapan Anggota DPRD DKI

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Yusriah Zinnun mempertanyakan target pembangunan 250 ribu rusun. Target itu tidak realistis.

Ia mengatakan mekanisme pembangunan rusun termasuk DP Rp0 harus jelas. Persoalannya, program itu merupakan salah satu janji Anies-Sandi sejak masa kampanye Pilkada DKI 2017.

“Mohon maaf, kenapa rumah DP nol kita agak kencang, karena ini janji gubernur yang selalu disampaikan ke mana-mana. Jangan sampai nanti janji gubernur tidak terealisasi. Kalau bicara apakah RPJMD apakah memenuhi target atau tidak, Itu belakangan,” ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Baca: Ketika DPRD Cecar Anak Buah Anies Soal Janji 50 Ribu Unit Rumah

MEDCOM.ID

Loading...

Berita lainnya