Jurnal Indonesia — JAKARTA – Mantan kiper Manchester United, David De Gea, menyinggung dugaan pelanggaran finansial yang dilakukan Manchester City. Melalui akun media sosial pribadinya, De Gea mempertanyakan berapa gelar Liga Inggris yang seharusnya ia raih jika gelar City dicopot.
Manchester City dilaporkan oleh The Athletic pada Jumat (25/9) telah dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan pelanggaran finansial. Dugaan pelanggaran ini terjadi dalam periode 2009 hingga 2023, mencakup masalah laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, serta kepatuhan terhadap aturan profitabilitas dan keberlanjutan Liga Inggris.
Klub berjuluk The Citizens tersebut dikabarkan akan mengajukan banding atas tuduhan tersebut. Namun, klub-klub Liga Inggris lainnya terus menuntut investigasi lebih lanjut. Hukuman yang mungkin dihadapi City sangat beragam, termasuk yang terberat yaitu pencopotan gelar juara.
Menanggapi potensi sanksi tersebut, De Gea, yang bermain untuk Manchester United dari tahun 2011 hingga 2023, melontarkan sebuah pertanyaan retoris. “Jadi mari kita bicara… berapa gelar Premier League yang harusnya saya menangkan?” tulisnya di platform X.
De Gea sendiri pernah meraih gelar Liga Inggris bersama Manchester United pada musim 2012/2013. Jika gelar Manchester City dicopot untuk periode 2009-2023, De Gea berpotensi menambah tiga gelar lagi. Gelar tersebut bisa diraihnya dari musim 2011/2012, 2017/2018, dan 2020/2021, di mana Manchester United kala itu finis sebagai runner-up.
Laporan menyebutkan bahwa jika gelar Manchester City dicabut, tim yang finis di posisi kedua berhak untuk mendapatkan gelar tersebut. Hal ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan perubahan sejarah perolehan gelar Liga Inggris.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.