Jurnal Indonesia — Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan bahwa timnya tidak akan menerapkan strategi penjagaan ketat atau man-marking khusus terhadap Lionel Messi dalam laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa La Pulga merupakan pemain yang patut diwaspadai secara khusus.
Messi telah menjelma menjadi ancaman serius bagi pertahanan Spanyol menjelang partai puncak yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB. Hingga kini, ia telah mencetak delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen.
Dalam konferensi pers yang digelar menjelang pertandingan pada Sabtu (18/7) WIB, De la Fuente berbagi cerita mengenai pertemuan pertamanya dengan Messi lebih dari dua dekade lalu. Saat itu, ia masih melatih tim junior Sevilla yang berhadapan dengan tim Barcelona yang diperkuat oleh Messi.
“Saya akan menceritakan sebuah kisah lucu tentang Messi. Dengar, saya bertemu Lionel Messi sewaktu saya melatih Sevilla di division de honour (liga U-19) dan kami bertanding melawan Barcelona di ajang Copa del Rey,” ujar De la Fuente, seperti dikutip dari The Guardian.
“Kami bertandang ke Barcelona. Mereka berbicara banyak hal bagus tentang bocah bernama Messi. Jadi kami menempatkan seorang pemain untuk melakukan man-marking padanya. Pada menit ke-70, skornya masih 0-0.”
“Saat mereka (ofisial) memberikan kartu kuning kepada pemain yang mengawalnya, saya pun menarik pemain itu keluar. Dan dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol.”
Setelah tertawa, De la Fuente melanjutkan penjelasannya. “Apakah itu artinya kami akan melakukan man-marking pada Messi? Tidak. Apa itu artinya kami akan mengawasinya? Ya, namun dengan cara yang sama seperti kami mengawasi para pemain kami yang lain,” tegas sang pelatih.
Ikuti Jurnal Indonesia
