Politik

Demokrat Tuding Politikus Golkar Bayar Asia Sentinel untuk Jatuhkan Nama SBY

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Instagram.com/aniyudhoyono)

Jurnalindonesia.co.id – Nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut dalam sebuah artikel yang terbit di media asal Hongkong, Asia Sentinel, pada 11 September 2018 kemarin.

Dalam artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang dalam jumlah sangat besar, mencapai Rp12 miliar dolar AS atau setara Rp177 triliun.

Disebutkan, konspirasi pencurian dana tersebut terjadi di era pemerintahan SBY. Uang sebesar Rp177 triliun itu dicuci di sejumlah bank internasional.

Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

Setidaknya 30 pejabat terlibat dalam konspirasi jahat tersebut.

Dalam artikel itu tertulis adanya konspirasi atau rekayasa saat pemerintah menetapkan Century sebagai bank yang gagal pada tahun 2008.

Asia Sentinel menyebutkan Bank Century sebagai ‘bank SBY’ untuk menggambarkan adanya konspirasi seputar pendirian dan kebangkrutan Bank Century.

Bank Century disebut menjadi medium penyimpanan dana gelap senilai jutaan Dolar AS yang yang dikendalikan SBY dan Partai Demokrat.

Baca selengkapnya: Media Asing Bongkar Dugaan Pencurian dan Pencucian Uang hingga Rp 117 Triliun oleh Pemerintahan SBY

Menanggapi isu tersebut, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief angkat bicara dengan menuding politisi Golkar, Misbhakun, yang merupakan mantan narapidana (napi) kasus Century, sebagai dalang di balik artikel berbahasa Inggris itu.

“Kasus Century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus Century Misbakhun yang paham soal Century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku,” kata Andi melaui akun Twitter @AndiArief__, Rabu (12/9) malam.

“Kabarnya kerjaan mantan napi LC Bodong Century yang bayar media asing biar keren, seakan-akan pengamat asing benar,” lanjutnya.

Andi menantang jika ingin membongkar kasus itu kembali, maka Misbakhun-lah yang mesti diperiksa atas keterlibatannya.

“Mari Buka lagi kasus Century dengan memeriksa mantan napi Century Misbakhun,” ujarnya.

Selain itu, Andi juga meminta agar Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut diperiksa.

“Tentang Artikel hoax yang menyudutkan SBY dan pemerintahannya di Asia Sentinel: kami berharap Ibu Sri Mulyani yang masih di dalam kekuasaan bisa menjelaskan ke publik. Sri Mulyani sudah gamblang jelaskan ini di Pansus DPR dan persidangan KPK,” kata Andi.

Baca juga: Nama SBY Diseret dalam Skandal Pencucian Uang, Begini Pembelaan PKS

Loading...

Tulis pendapat anda