— JAKARTA – Derby Manchester edisi terbaru diprediksi akan semakin panas menyusul pernyataan pemain Manchester City, Elliot Anderson, yang menyebut timnya sebagai ‘Raja Manchester’. Pernyataan tersebut mengundang tanggapan dari kedua kubu menjelang pertandingan.

Elliot Anderson melontarkan julukan ‘Raja Manchester’ saat ia bergabung dengan Manchester City dari Nottingham Forest pada bursa transfer musim panas lalu dengan mahar 116 juta Pounds. “Selama yang saya tahu soal Manchester, City adalah rajanya Manchester,” ujar Anderson seperti dikutip situs resmi klub. Ia menambahkan, “Mereka adalah pemenang, mereka tahan banting, dan saya ingin jadi bagian dari itu.”

Ucapan Anderson ini kembali menjadi sorotan menjelang bentrokan antara Manchester United dan Manchester City yang dijadwalkan berlangsung di Old Trafford pada Minggu (13/9) pukul 22.30 WIB. Pertandingan ini merupakan bagian dari pekan keempat Liga Inggris.

Menanggapi pernyataan pemainnya, manajer Manchester City, Enzo Maresca, memberikan pembelaan. “Menurut saya, Elliot bilang seperti itu karena dia menyaksikan dominasi Manchester City selama 15 tahun terakhir. Jadi hal itu wajar,” jelasnya dilansir dari Mirror.

Sementara itu, pelatih Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan sikap yang lebih kalem. Carrick menyatakan bahwa ia tidak menyukai penggunaan istilah ‘King of Manchester’. “Saya sama sekali tidak mau memakai kata-kata itu,” tegasnya. Ia melanjutkan, “Kami cukup rendah hati dan realistis untuk menyadari posisi kami dalam sejarah belakangan ini.”

Manchester United memang memiliki sejarah gemilang sebagai klub tersukses di Liga Inggris pada era 1990-an, terutama di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson dengan raihan 13 gelar juara. Namun, sejak kedatangan Pep Guardiola di Manchester City, dominasi bergeser, dengan City berhasil meraih enam gelar juara dalam satu dekade terakhir.