DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Dianggap Acak-acak DKI, Sandiaga Justru Klaim Jakarta Sekarang Lebih Baik

Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi dan Sandiaga Uno.
Kiri-kanan: Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi dan Sandiaga Uno. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, menanggapi dengan sindiran pernyataan salah satu anggota DPRD DKI yang menilai ibu kota lebih tertata di tiga era kepemimpinan sebelumnya dibanding sekarang.

“Iya sebelumnya mungkin terlihat lebih tertata. Lebih tertata? are you sure? (apa kau yakin, red),” kata Sandiaga di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Sandiaga mengklaim era kepemimpinan dirinya bersama Gubernur Anies Baswedan lebih baik dibanding era sebelumnya.

Dia mencontohkan, dirinya dan Anies mampu menata kawasan Tanah Abang serta kawasan Kota Tua.

Kota Jakarta sekarang lebih baik, tapi memang penuh tantangan ke depan masih banyak. Yang di Tanah Abang itu kan kami bergerak masuk, karena ada masalah. Di Kota Tua juga ada masalah,” ujarnya.

Meski demikian Sandiaga tetap berterima kasih atas kritikan tersebut.

“Jadi kami punya niat baik, tentunya terima kasih kepada teman-teman DPRD, dan kami ingin menata lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kritik tersebut dilontarkan Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Menurutnya, kinerja kepemimpinan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga dianggap mengacak-acak hasil kerja pemimpin sebelumnya.

“Di zaman era Pak Gubernur Sutiyoso, Pak Jokowi sampai Pak Ahok kebijakan itu diteruskan, ditata rapi. Tapi kenapa sekarang berbeda? Kenapa kebijakan yang sudah baik kok sekarang jadi semrawut?” kata Prasetio, Selasa (16/1).

Pras mencontohkan, kebijakan Anies terkait penataan Tanah Abang, dicabutnya pagar pembatas di Monas, hingga diperbolehkannya motor melintas di Jalan MH. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Pras menyebut, tak ada yang salah jika Anies melanjutkan kebijakan lama era Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Basuki T. Purnama (Ahok), dan dibuat menjadi lebih baik, alih-alih mengembalikannya seperti semula.

“Monas misalnya, itu ring satu Istana, kenapa dibuat begitu? Nanti ada lagi yang jualan di dalam. Berantakan lagi, mau bagaimana? Malu kita mau Asean Games, dilihat orang dari luar,” cetus dia.

Baca: Anies Akan Cabut Larangan Injak Rumput Monas Tahun Ini

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi.

Pras pun meminta Anies menjalankan kebijakan yang sudah ada dan tidak hanya memutar-mutar kebijakan demi pencitraan.

“Jadi saya minta ke Gubernur, persiapan (Pemilu) 2019 masih lama. Kebijakan yang sudah baik jangan dibuat menjadi tidak baik,” sindirnya.

Dia meminta Anies juga mengkaji kembali sistem penataan Tanah Abang yang tengah diterapkan saat ini. Sebab kata dia, pengaturan Tanah Abang seharusnya tidak menabrak aturan mana pun seperti yang tengah terjadi saat ini.

Penataan Tanah Abang di era Jokowi-Ahok pun dianggap Pras sudah mengalami kemajuan. Menurutnya saat itu keadaan Tanah Abang tidak semrawut, dan pedagang pun mendapatkan tempat berjualan yang cukup nyaman.

“Masalah Tanah Abang itu akan dijadikan Presiden (Jokowi) sebagai ikonnya Asia. Itu baik ditata. Enggak mudah lho Tanah Abang ditata, sudah baik dulu,” kata Pras.

Loading...

Berita lainnya