DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Dirlantas Polda Metro Kembali Desak Anies Buka Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang

Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL)
Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL), Jumat (22/12/2017). (Foto: tirto.id/Andrey Gromico)

Jurnalindonesia.co.id – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Halim Pagarra, kembali mengingatkan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memperhatikan rekomendasi dari kepolisian terkait pembukaan seluruh Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kombes Halim menilai, penutupan jalan tersebut justru menambah tingkat kemacetan di kawasan Tanah Abang.

Halim pun mengaku belum mendapat tanggapan apa-apa dari Pemprov DKI terkait rekomendasi yang sudah diajukannya.

“Dari enam poin yang kami rekomendasikan belum ada yang diikuti,” kata Halim, Senin (12/2/2018).

“Kami minta Jalan Jatibaru dikembalikan lagi sesuai fungsi jalan tersebut. Sekarang baru dibuka satu lajur untuk angkutan, belum seluruhnya,” imbuhnya.

Pemprov DKI memberlakukan penutupan Jalan Jatibaru sebagai bagian dari penataan kawasan Tanah Abang. Kebijakan tersebut sempat menuai protes dari para sopir angkot.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Halim Pagarra

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Halim Pagarra.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihak kepolisian, penutupan jalan itu malah menambah tingkat kemacetan di kawasan Tanah Abang. Selain itu angka kecelakaan lalu lintas pun meningkat.

Atas dasar itulah Dirlantas Polda Metro memberikan rekomendasi kepada Pemprov DKI yang salah satu isinya adalah mengembalikan fungsi Jalan Jatibaru seperti semula, yakni untuk lalu lintas kendaraan.

Selain itu, Dirlantas juga meminta pemerintah melibatkan kepolisian dalam menata kawasan Tanah Abang. Terutama untuk menganalisa secara konfrehensif, baik kajian hukum dan sosial, untuk penataan kaki lima di sana.

“Dengan kajian yang komprehensif, diharapkan tidak menimbulkan masalah yang baru,” kata Halim.

Permintaan terkait penutupan Jalan Jatibaru Raya itu bukan tanpa alasan. Sebab dalam Pasal 93 dan 94 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, kata Halim, polisi memang harus dilibatkan dalam kajian pemanfaatan jalan. Alasannya, kepolisian memegang kewenangan penuh dalam menegakan aturan di jalan.

“Saya mohon bantuan kawan-kawan wartawan agar menyampaikan kepada beliau (Anies Baswedan),” ucapnya.

Loading...

Tulis pendapat anda