Jurnal Indonesia — Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, akan menghadapi pertandingan terbesarnya bersama Millwall pada akhir pekan ini. The Lions dijadwalkan bertandang menghadapi musuh bebuyutan mereka, West Ham United.
Baggott bergabung dengan klub Championship, Millwall, pada musim panas 2026. Sejauh ini, ia telah tampil sebanyak 7 kali di berbagai kompetisi untuk klub asal London tersebut. Millwall sendiri saat ini menempati posisi kesebelas di klasemen sementara Championship dengan mengoleksi 10 poin dari 7 pertandingan, yang terdiri dari 3 kemenangan, 1 imbang, dan 3 kekalahan.
Matchday kedelapan Championship akan menjadi ujian terberat bagi Millwall. Elkan Baggott dan rekan-rekannya akan menjamu pemuncak klasemen sementara, West Ham United, di kandang mereka, The Den, pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB.
Duel antara Millwall melawan West Ham United ini dapat dikatakan sebagai salah satu derby paling panas di Inggris. Laga yang dikenal dengan sebutan Dockers Derby ini memiliki sejarah panjang yang diwarnai kekerasan di luar lapangan.
Basis penggemar kedua klub, Millwall dan West Ham, terkenal sebagai pelopor gerakan hooliganisme yang telah lama mencoreng reputasi sepak bola Inggris. Bentrokan antar suporter bahkan tercatat menyebabkan kematian. Seorang penggemar Millwall meninggal pada tahun 1976, sementara 10 tahun kemudian, seorang fans West Ham tewas ditusuk oleh gerombolan fans Millwall.
Kerusuhan antara fans kedua tim kembali terjadi di Upton Park saat keduanya bertemu di Piala Liga Inggris pada tahun 2009. Insiden tersebut mencakup penikaman seorang penggemar Millwall di luar stadion dan invasi lapangan oleh penonton.
Rivalitas sengit antara Millwall dan West Ham United bahkan telah merambah ke budaya populer. Film “Green Street Hooligans” yang dirilis pada tahun 2005 mengangkat kisah kerusuhan penggemar kedua kesebelasan.
Menurut laporan London Standard Evening, sebanyak 400 petugas kepolisian akan diturunkan untuk mengamankan pertandingan Millwall vs West Ham. Ini merupakan pertemuan pertama kedua klub sejak tahun 2012. Scotland Yard dilaporkan bersiaga penuh untuk mengantisipasi para pembuat onar yang berupaya memicu bentrokan selama pertandingan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.