Jurnal Indonesia — Kipper Timnas Argentina, Emi Martinez, membantah pandangan bahwa timnya memiliki jalur yang lebih mudah untuk mencapai final Piala Dunia 2026. Martinez menyatakan bahwa Argentina seharusnya bisa saja menghadapi Portugal jika skenario pertandingan berjalan berbeda.
Argentina dipastikan melaju ke final Piala Dunia 2026 dan akan menantang Spanyol di New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB. Perjalanan Albiceleste hingga ke partai puncak ini dinilai sebagian pihak lebih ringan dibandingkan tim lain.
Dalam perjalanannya, Argentina meraih hasil sempurna di fase grup dengan mengalahkan Aljazair, Austria, dan Yordania. Di babak gugur, mereka menyingkirkan Cape Verde, Mesir, Swiss, dan terakhir Inggris di semifinal.
Menanggapi anggapan tersebut, Martinez menekankan bahwa timnya tidak memilih lawan. Ia memberikan contoh situasi di perempatfinal di mana Argentina berpotensi berhadapan dengan Portugal.
“Ada yang bilang kami mendapat jalan mudah menuju final? Kami tidak memilih lawan-lawan kami kok,” kata Martinez dalam konferensi pers-nya. “Misalnya, kami bisa saja melawan Portugal di perempatfinal, tapi Kolombia mendominasi pertandingan melawan Portugal (di akhir fase grup). Lalu Swiss bisa mengalahkan Kolombia, dan akhirnya kami yang harus berhadapan dengan Swiss. Pertandingan melawan mereka sangat sulit,” katanya.
Argentina memang memiliki peluang untuk bertemu Portugal di perempatfinal. Peluang itu terbuka andai Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan keluar sebagai juara Grup K. Namun, Portugal hanya mampu menjadi runner-up di bawah Kolombia, yang akhirnya berhadapan dengan Argentina.
Di babak 32 besar, Kolombia berhasil mengalahkan Ghana dan kemudian menantang Swiss, yang sebelumnya menyingkirkan Aljazair. Swiss kemudian memetik kemenangan atas Kolombia, sebelum akhirnya kalah dari Argentina dengan skor 1-3.
Sementara itu, Portugal harus menghadapi tim-tim kuat di babak gugur. Setelah berjuang keras mengalahkan Kroasia, Selecao das Quinas akhirnya disingkirkan oleh Spanyol di babak 16 besar. Spanyol kemudian melaju ke final untuk menghadapi Argentina.
Ikuti Jurnal Indonesia
