— Kecerdasan buatan (AI) mulai menempati ruang lebih besar dalam aktivitas sehari-hari dan diperkirakan mendorong kenaikan signifikan pada lalu lintas internet dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026 disebutkan bahwa traffic uplink dapat tumbuh antara tiga hingga lima kali lipat pada 2031 karena meluasnya adopsi aplikasi AI, tidak hanya pada smartphone tetapi juga pada perangkat lain seperti wearable.

Perubahan Pola Penggunaan

Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia, mengatakan dalam media briefing di Jakarta bahwa AI akan menjadi bagian integral dari pengalaman mobile ke depan.

“Selama ke depan itu, AI akan menjadi part dari mobile experience,” ujar Stanislaus. Ia menambahkan penggunaan AI tidak lagi terpaku pada smartphone, melainkan meluas ke perangkat seperti smart glasses dan smartwatch.

Menurut Stanislaus, saat ini mayoritas traffic internet masih bersifat downlink, didominasi aktivitas seperti streaming dan unduhan video. Namun ketika interaksi pengguna dengan asisten atau agen AI yang selalu memahami konteks meningkat, pola ini diperkirakan bergeser.

Peralihan tersebut akan menuntut pengiriman data lebih banyak dari pengguna ke server sehingga uplink ikut meningkat. Stanis menekankan bahwa penyedia jaringan perlu menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi perubahan pola lalu lintas ini.

“Banyak hal yang kita lakukan di network sekarang itu adalah bagaimana mempersiapkan turunannya atau pengunduh, tapi juga bagaimana mempersiapkan untuk kebanyakan traffic yang going up ke atas,” kata Stanis.

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku ini mungkin belum tampak saat ini, tetapi akan semakin nyata dalam beberapa tahun mendatang.