Ekonomi dan Bisnis

Fadli Zon Sebut Proyek Tol Pekanbaru Mangkrak, Ini Fakta Sebenarnya

Fadli Zon
Fadli Zon. (Foto: Twitter @fadlizon)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut pembangunan proyek Tol Padang-Pekanbaru mangkrak. Hal itu didasarkan pada baru terealisasinya pekerjaan sepanjang 200 hingga 300 meter.

Diketahui, groundbreaking Seksi I Tol Padang-Pekanbaru dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Februari lalu. Jalan tol ini rencananya terbagi ke dalam beberapa seksi.

Kendati groundbreaking telah dilaksanakan, namun pembangunan proyek ini baru saja dimulai. Sebab, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sendiri baru ditandatangani oleh PT Hutama Karya (Persero), selaku BUMN karya yang ditunjuk pemerintah untuk menggarap ruas Tol Trans Sumatera pada Juli 2018.

Penandatanganan PPJT tersebut menjadi tanda dimulainya pekerjaan awal. Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo, menargetkan, proyek ini dapat selesai pada 2025, dengan satu catatan pembebasan lahan dapat selesai seluruhnya paling lambat pada Desember 2021.

Baca juga: Faisal Basri Sebut Pembangunan Tol Trans Sumatera adalah Proyek Sesat, Ini Bantahan Dirjen Bina Marga

Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp80,4 triliun. Rinciannya, untuk konstruksi ruas Padang-Sicincin Rp 4,753 triliun dan untuk ruas Sicincin-Pekanbaru Rp 75,657 triliun.

Nantinya tol ini akan terbagi ke dalam 14 seksi. Seksi 1-2 terbentang mulai dari Pekanbaru-Bangkinang dan Seksi 3-7 Bangkinang-Payakumbuh.

Sedangkan Seksi 8-12 membentang dari Payakumbuh-Sicincin, sementara Seksi 13-14 Sicincin-Padang.

Loading...

Sebelumnya, melalui akun Twitter, Fadli Zon mengkritik pembangunan proyek tersebut. Politisi Partai Gerindra itu menyebut bila pekerjaan proyek itu mangkrak.

“Meninjau pembangunan tol ‘mangkrak’ Padang-Pekanbaru 244 km. Setelah 10 bln baru 200-300m saja. Padahal groundbreaking oleh Presiden,” tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, Sabtu (29/9/2018).

Baca juga: Sandiaga: Infrastruktur Jokowi Tak Berdampak Signifikan Kurangi Pengangguran

Loading...

Tulis pendapat anda