— Spanyol melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Austria 3-0 di babak 16 besar, berkat dua gol Mikel Oyarzabal. Namun, pengumuman pemain terbaik pertandingan menimbulkan polemik: FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Superior Player of the Match.

Kemenangan Spanyol dipastikan oleh gol Oyarzabal pada menit ke-36 dan kembali pada menit ke-89, sementara Marc Cucurella mencatat dua assist yang berujung gol. Meski begitu, keputusan memberi penghargaan kepada Yamal memicu gelombang protes di media sosial dari pendukung tim.

Jalannya Pertandingan

Spanyol memegang kendali sejak awal laga. Oyarzabal membuka keunggulan pada menit ke-36 setelah memaksimalkan umpan dari Cucurella. Pedro Porro menggandakan skor pada menit ke-66 sebelum Oyarzabal menutup kemenangan dengan gol kedua pada menit ke-89, kembali berkat assist Cucurella.

Reaksi Warganet

Banyak suporter menilai Oyarzabal lebih pantas menyandang gelar pemain terbaik karena kontribusi langsungnya berupa dua gol. Cucurella juga disebut layak mendapat pengakuan karena dua assistnya.

Beberapa komentar di media sosial mengekspresikan ketidakpuasan, antara lain:

  • “Bagaimana mungkin dia menjadi pemain terbaik pertandingan? Apa yang terjadi pada orang yang memenangkan pertandingan untuk mereka? Apa yang terjadi dengan tembakan tepat sasaran dan 2 gol Oyarzabal?” — @The90thMinuteX.
  • “Ayolah FIFA, 💔ini tidak adil. Oyarzabal, Marc, Pedri, atau bahkan Cubarsi pantas mendapatkannya.🤦” — @gmdymmd11.
  • “Apa sebenarnya yang dilakukan Yamal sehingga layak mendapatkan gelar Pemain Terbaik Pertandingan mengalahkan pemain yang mencetak gol, memberikan assist, atau mengendalikan permainan? Saya benar-benar mencoba memahami kriterianya.” — @ABDULGUCCI2050.
  • “Bagaimana bisa? Dia tidak mencetak gol maupun memberikan assist,” — @killobyte255194.
  • “Cucu memberikan 2 assist, Oryazabal mencetak 2 gol, apa yang luar biasa dari Yamal hari ini?” — @kaitoor7.

Alasan Di Balik Pemilihan Yamal

Di sisi lain, ada penggemar yang membela keputusan tersebut. Lamine Yamal, pemain muda Barcelona berusia 19 tahun, tercatat aktif sepanjang laga meski tidak mencetak gol atau assist. Ia beberapa kali melewati lawan lewat dribel dan menjadi inisiator serangan dari sisi kanan, yang dinilai membuka ruang bagi rekannya.

Penghargaan Superior Player of the Match ditentukan melalui voting penggemar, sehingga faktor popularitas dan pengaruh pemain di lapangan turut memengaruhi hasil akhir.

Perjalanan Oyarzabal

Penampilan Oyarzabal di turnamen ini mendapat sorotan setelah ia bangkit dari cedera ACL yang membuatnya absen pada Piala Dunia 2022. Striker berusia 29 tahun itu tampil lebih matang dan efektif di depan gawang sejak pulih.

Dalam periode terbarunya bersama tim nasional, Oyarzabal tercatat terlibat dalam 22 gol dalam 14 pertandingan terakhir. Ia juga mengoleksi enam gol di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan kini telah mencatat empat gol dari empat pertandingan di putaran final, catatan yang memicu pujian luas di kalangan penggemar.