Jurnal Indonesia — JAKARTA – Direktur Olahraga Barcelona, Deco, mengakui bahwa kedatangan Gabriel Jesus di klub merupakan pilihan yang muncul secara mendadak. Keputusan ini diambil setelah Barcelona gagal merekrut target utama mereka dan masih terus berupaya mencari penyerang nomor 9.
Barcelona menjalani bursa transfer musim panas 2026 yang cukup sibuk. Awalnya, raksasa Spanyol tersebut sempat mengincar Julian Alvarez. Namun, upaya mereka terhalang oleh sikap keras Atletico Madrid yang enggan melepas pemain tersebut.
Setelah gagal mendapatkan Alvarez, Barcelona mengalihkan perhatian kepada Lautaro Martinez dari Inter Milan. Sayangnya, negosiasi dengan kapten Inter Milan itu juga tidak membuahkan hasil.
Dalam situasi tersebut, Barcelona terpaksa beralih ke Gabriel Jesus, yang dikabarkan tidak lagi menjadi bagian dari rencana permainan Mikel Arteta di Arsenal. Keputusan ini diambil sebagai solusi darurat untuk lini serang tim.
“Gabriel Jesus tidak masuk dalam rencana awal kami. Saat kami memutuskan bahwa Julian (Alvarez) tidak memungkinkan, kami mulai mencari solusi lain, dan Gabriel adalah pilihan yang tepat untuk kami. Idenya tidak berubah, yaitu mencari pemain dengan profil yang sama,” ujar Deco kepada Mundo Deportivo.
Saat ini, Barcelona kerap memainkan Raphinha di posisi nomor 9, menggantikan peran Robert Lewandowski yang telah hengkang. Meskipun Gabriel Jesus datang sebagai pilihan kedua, ia telah menunjukkan kontribusinya dengan mencetak dua gol.
Deco juga menekankan perbedaan peran antara Julian Alvarez dan Raphinha. Menurutnya, penyerang terbaik yang pernah dimiliki Barcelona adalah Robert Lewandowski, namun perubahan memang sudah waktunya terjadi. “Julian tidak ada hubungannya dengan Raphinha. Bagi saya, dia adalah nomor ‘sembilan’ yang berbeda, ‘sembilan’ terbaik adalah Robert Lewandowski, yang telah memberikan segalanya, tetapi sudah waktunya untuk perubahan,” tegas Deco.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.