Jurnal Indonesia — Pemain Timnas Swiss, Granit Xhaka, dipastikan absen dalam laga UEFA Nations League bulan ini. Keputusan ini diambil menyusul penyelidikan yang sedang berjalan terkait dugaan pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19.
Xhaka, yang sebelumnya masuk dalam daftar skuad pilihan pelatih Murat Yakin, kini harus menghadapi proses investigasi dari Kantor Kejaksaan Luzern. Kasus ini bermula dari kondisi Xhaka yang sempat positif Covid-19 pada tahun 2022 dan harus menjalani karantina selama sebulan.
Setahun kemudian, Xhaka dilaporkan menerima sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern. Namun, sertifikat tersebut diduga tidak sah. Pengacara dokter yang bersangkutan mengklaim telah memberikan vaksinasi kepada Xhaka, sementara Xhaka sendiri mengaku menerima sertifikat tersebut secara cuma-cuma.
Menyadari kesalahannya, Xhaka memutuskan untuk mundur sementara dari timnas Swiss agar dapat fokus menjalani proses investigasi.
“Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan lama terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri,” ujar Xhaka melalui akun Instagramnya.
Ia menambahkan, “Terkait vaksin Covid-19, saya pribadi saat itu masih ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dihantui kekhawatiran serta ketakutan.”
“Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih membeli sertifikat itu ketimbang bertanya kepada ahlinya. Hari ini saya merasa tindakan itu salah. Itu kesalahan besar. Saya menyesal,” lanjutnya.
Xhaka menegaskan komitmennya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait selama investigasi berlangsung.
Hingga kini, belum ada informasi mengenai sanksi yang akan dihadapi Xhaka. Pihak klubnya, Sunderland, juga belum memberikan pernyataan resmi kepada media lokal Chronicle Live terkait kasus ini.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.