Kriminal

Geledah Rumah Bomber Polrestabes Surabaya, Tim Densus Temukan Puluhan Bom Aktif

Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya
Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Antara/Didik Suhartono)

Jurnalindonesia.co.id – Tim Densus 88 Anti Teror menemukan banyak bom rakitan di rumah kontrakan Tri Murtiono (50) di Tambak Medokan Ayu, VI nomor 2 A, Rungkut, Surabaya.

Hal tersebut dibenarkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.

“Iya, puluhan makanya kami bawa kesini, makanya kami ledakkan di sini,” kata Rudi kepada detikcom, Selasa (15/5/2018).

Tri Murtiono sendiri adalah pelaku pengeboman di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018) kemarin.

Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah kontrakan itu sejak sekitar pukul 11.00. Setelah melakukan penggeledahan selama 3 jam, Tim Densus menemukan 54 kotak kontainer yang berisi plastik dan 2 pipa.

Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya

Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, selasa (15/5/2018). (Foto: detikcom)

Menurut Kombes Rudi, jumlah bom yang ditemukan lebih banyak dibandingkan pada pengeledahan di rumah pelaku pemboman 3 gereja di Surabaya, Dita Oepriyanto, di kawasan Wonorejo.

“Temuannya lebih banyak dibandingkan dengan di wonorejo,” ujar Rudi.

Dari puluhan bom yang ditemukan itu, hanya tiga bom yang diledakkan. Peledakan dilakukan di jalan di dekat rumah Tri.

“Hanya tiga yang diledakkan karena tiga bom ini daya ledaknya tidak besar,” kata Rudi.

Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya

Penggeledahan di rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, selasa (15/5/2018). (Foto: Kompas)

Sedangkan puluhan bom lainnya juga diledakkan. Namun peledakan dilakukan di lapangan latihan militer kodim 0831 Surabaya Timur.

“Karena bom yang lain ini daya ledaknya besar. Yang berdaya ledak tinggi diledakkan di sana,” ujar Rudi.

Loading...

Berita lainnya