Daerah, NTB

Gempa Lombok Dikaitkan dengan Politik, TGB: Cacat Iman

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhamamad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB)
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhamamad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang atau (TGB) meminta agar bencana gempa yang melanda Lombok dan sekitarnya tidak dipolitisasi.

Diketahui, gempa Lombok berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang terjadi beberapa waktu lalu, yang kemudian disusul gempa-gempa lainnya berkekuatan 6,2 SR dan 5,9 SR, oleh sebagian orang dikaitkan dengan sikap TGB mendukung Joko Widodo (Jokowi).

TGB pun mengaku kecewa dengan penilaian tersebut. Menurutnya, bencana adalah masalah kemanusiaan, bukan soal politik.

“Gempa itu kemanusiaan, enggak usah dipolitisasi,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan usai mengikuti rapat kabinet terbatas tentang gempa Lombok, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018.

Menurut TGB, jika ada pihak yang mengaitkan gempa dengan sikap politiknya, itu menandakan pelakunya memiliki keimanan yang cacat. Menurutnya, segala yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan Tuhan.

“Itu menurut saya, cara pandang itu menunjukkan kecacatan dalam keimanan. Karena semua takdir, baik atau buruk, itu ketetapan Allah. Jadi repot juga kalau mengukur bahwa suatu musibah itu tanda Allah marah,” ucapnya.

Baca juga: Daftar Gempa dan Tsunami yang Pernah Melanda NTB

TGB mengatakan, bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun saat berdakwah tidak selalu berjalan mulus.

Loading...

Maka dari itu, kata TBG, tidak tepat kalau gempa di Lombok itu dikaitkan dengan keputusannya dalam politik untuk mendukung Jokowi dua periode.

“Pada saat Rasulullah SAW berdakwah, lalu kemudian beliau dilempari dengan batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh, artinya, bahkan beliau sampai diblokade cukup lama, sehingga bahkan ada yang meninggal, itu kan sesuatu yang juga tidak baik. Bukan berarti, dakwahnya tidak baik, kan begitu,” jelasnya.

Baca: Dukung Jokowi 2 Periode, Fadli Zon: Kadar Keimanan TGB Bisa Ditakar

Gempa, kata alumnus S3 Universitas Al-Azhar Mesir ini, bisa dijelaskan secara ilmiah dan juga bisa dilihat dari sisi ketuhanan. Dari sisi keimanan atau ketuhanan, maka bencana termasuk gempa di Lombok itu adalah takdir dari Tuhan, Allah SWT.

“Ya, untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur memperbanyak sabar dan semakin mendekat pada Allah,” ucapnya.

Hingga saat ini, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebanyak 321 orang meninggal akibat gempa Lombok. Adapun jumlah pengungsi 270.168 jiwa.

Baca juga: Cerita-cerita Mengharukan Usai Gempa Mengguncang Lombok

Loading...

Tulis pendapat anda