Jurnal Indonesia — JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan keterbukaannya untuk melakukan pembersihan internal demi menjaga kredibilitas organisasi sepak bola dunia tersebut. Infantino bahkan siap menerima bantuan jasa independen dari pihak eksternal untuk melakukan pemeriksaan.
Langkah ini disampaikan Infantino melalui surat tertulis kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Ia berencana untuk meminta masukan dari Dewan FIFA mengenai kemungkinan penugasan peninjauan eksternal independen terhadap kerangka tata kelola FIFA saat ini, terutama terkait inisiatif strategis utama. Tujuannya adalah untuk merekomendasikan potensi perbaikan yang diperlukan.
Sebelumnya, FIFA sempat digegerkan oleh wacana penjualan saham Piala Dunia yang diusulkan oleh Gianni Infantino. Gagasan tersebut menuai kritik keras dari berbagai federasi, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF. Setelah mendapat penolakan, wacana tersebut akhirnya dibatalkan.
Kontroversi penjualan saham Piala Dunia tersebut sempat membuat posisi Infantino di FIFA terguncang. Banyak pihak menilai bahwa ia terlalu mengutamakan aspek komersial dan dinilai kurang kredibel. Situasi ini menjadi sorotan, terutama mengingat Infantino berencana untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027.
Kini, Infantino menunjukkan kesiapannya untuk membuka pintu bagi audit internal jika memang ditemukan adanya masalah dalam tubuh FIFA. Ia juga akan berkonsultasi dengan berbagai konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat proses pengambilan keputusan di FIFA.
Langkah “bersih-bersih” ini diyakini dapat membantu memulihkan nama baik Infantino pasca-wacana penjualan saham Piala Dunia. Sejauh ini, belum ada kandidat lain yang secara resmi menyatakan diri maju sebagai calon presiden FIFA selain dirinya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.