— ZURICH – Di tengah gelombang desakan untuk mundur, Gianni Infantino telah mengonfirmasi niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada pemilihan tahun depan. Keputusan ini diambil meski Infantino tengah menjadi sorotan tajam menyusul rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta yang akhirnya dibatalkan.

Pembatalan rencana tersebut tidak serta-merta meredakan kritik. Sebaliknya, Infantino justru menerima mosi tidak percaya dari banyak anggota FIFA. Sebagian anggota merasa tindakan tersebut telah mencederai integritas sepak bola. UEFA, misalnya, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang pencalonan kembali Infantino untuk memimpin badan sepak bola dunia itu.

Namun, Infantino tampaknya belum berencana untuk menyerah. Ia menyatakan siap untuk kembali bersaing memperebutkan posisi puncak FIFA. Infantino mengklaim telah mengantongi dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), CONMEBOL, dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) untuk pencalonan periode berikutnya. Untuk memenangkan pemilihan, seorang kandidat setidaknya harus meraih dua pertiga suara dari total 211 anggota resmi FIFA, yang berarti sekitar 141 suara.

“Presiden FIFA sudah mengumumkan pada April lalu bahwa dia akan ikut pemilihan lagi pada 2027. Pastinya itu tidak berubah sampai sekarang. Tuan Infantino akan ikut pemilihan lagi,” ujar seorang juru bicara FIFA kepada The Athletic.

Gianni Infantino pertama kali menjabat sebagai Presiden FIFA pada tahun 2016, menggantikan Sepp Blatter yang kala itu tersandung serangkaian skandal. Sejak memimpin FIFA, Infantino telah memenangkan pemilihan presiden pada tahun 2019 dan kembali terpilih pada tahun 2023.